BANTENRAYA.COM – Budidaya udang vaname di Desa Tenjoayu, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten terkendala pasokan listrik.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, kendala pasokan listrik untuk budidaya udang vaname terjadi karena adanya perluasan lahan tambak.
Lahan untuk budidaya udang vaname diperluas di Desa Tenjoayu dari 10 hektare menjadi 30 hektare sampai 50 hektare.
Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Karyawati Hotel di Kramatwatu Dibekuk, Ternyata Dia Adalah….
“Sebagian sudah dilaksanakan penguatan kelembagaan diantaranya penguatan kelompok dan manajemen kelompok dan yang lainnya,” ujar Suhardjo, Minggu, 5 September 2021.
“Hanya kita ada kendala kekurangan listrik. Kita sudah komunikasi dengan PLN melalui surat dan sudah disurvei oleh pihak PLN, estimasi biaya sudah ada hanya anggaran belum tersedia,” kata Suhardjo.
Untuk mendukung pengembangan budidaya udang vaname itu, lanjut Suhardjo, dibutuhkan pemasangan tiang listrik baru sekitar 20 tiang.
Baca Juga: Jadwal SKD CPNS Pemprov Banten dan Ketentuan Bagi Peserta
“Kita dari dinas juga sedang memberikan pelatihan teknis CBIP (cara budidaya ikan yang baik) karena untuk mendukung pemasaran, pembudidaya wajib memiliki sertifikat CBIB. Kita memasukkan udang ke dalam CBIP,” papar Suhardjo.
Ia mengungkapkan, target produksi udang vaname sendiri untuk satu hektarenya berkisar 5 sampai 6 ton dengan siklus dua kali panen dalam setahun.
“Pemeliharaan empat bulan atau 120 hari. Untuk penjualan masih ditampung oleh industri eksportir di Kawasan Industri Modern Cikande. Untuk pemeliharaan per hektare butuh empat orang dan saat penen butuh 10 orang,” tutur Suhardjo.
Baca Juga: Sudah Telan Rp120 Miliar, Jalan Lingkar Utara Kota Cilegon Malah Jadi Kebun oleh Warga
Suhardjo menuturkan, untuk memenuhi kebutuhan benih udang vaname sendiri, para pembudidaya membelinya di sentra pembenihan udang Hatchery di Kampung Sirih, Kecamatan Cinangka.
“Di sana (Cinangka-red) penjualnya ada Manunggal 21, ada Sari Tani Pemuka, ada Triwindu Graha Nanunggal, dan CPP Prima,” ungkapnya. ***


















