BANTENRAYA.COM – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) secara resmi melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), untuk Program Studi Magister Pendidikan Vokasi Keteknikan (MPVTK) Pascasarjana Untirta.
Asesmen lapangan ini dilaksanakan oleh tim asesor LAMDIK yang terdiri atas Asep Yudi Permana dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai Asesor 1 dan Zainur Rofiq dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai Asesor 2.
Sambutan Direktur Pascasarjana Untirta
Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana Untirta, H. Aan Asphianto menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya asesmen lapangan yang telah direncanakan sejak lama.
BACA JUGA: Dukung Pengembangan UMKM, Kelurahan Kebonsari Wacanakan Pembangunan Gapura Sentra Gipang
“Alhamdulillah, pada hari ini hingga besok akan dilaksanakan asesmen lapangan. Kegiatan ini sejatinya telah direncanakan sejak beberapa waktu yang lalu, namun pelaksanaannya menunggu hingga lulusan pertama Program Studi Magister Pendidikan Vokasi Keteknikan dinyatakan lulus,” ujarnya, kemarin.
Ia menambahkan bahwa kehadiran tim asesor LAMDIK menjadi momentum strategis bagi Pascasarjana Untirta, untuk memperoleh masukan konstruktif dalam pengembangan pendidikan vokasi ke depan.
“Kehadiran para asesor menjadi angin segar bagi kami untuk memperoleh penguatan dan masukan strategis. Pendidikan vokasi di Untirta merupakan hasil kolaborasi lintas fakultas dan Pascasarjana, sehingga asesmen ini menjadi momentum penting untuk menguatkan sinergi yang telah terbangun,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Untirta H. Fatah Sulaiman menegaskan komitmen Untirta dalam melaksanakan tri dharma perguruan tinggi secara berkualitas dan berdampak nyata bagi masyarakat.
BACA JUGA: Segel SD Negeri 1 Gerendong Pandeglang Dibuka, Siswa Tak Lagi Belajar di Rumah Warga
“Seluruh pihak yang hadir memiliki konsistensi dan komitmen yang sama dalam melaksanakan layanan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara berkualitas. Melalui asesmen ini, kami berharap mutu akademik dan tata kelola program studi dapat semakin diperkuat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sarana dan prasarana pendukung sebagai bagian dari pengembangan Program Studi S2 Magister Pendidikan Vokasi Keteknikan.
“Verifikasi terhadap fasilitas yang telah disiapkan menjadi bagian penting dalam asesmen ini. Kami terus berupaya menghadirkan fasilitas terpadu beserta perangkat pendukungnya yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk pembelajaran, riset, dan pelatihan,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Asesor 1 LAMDIK Asep Yudi Permana menegaskan bahwa asesmen lapangan merupakan ruang kolaborasi dalam penguatan mutu akademik.
BACA JUGA: Satgas Penanganan Banjir Cilegon Bakal Datangi Lokasi Tambang Aktif, Periksa Dokumen Perizinan
“Kehadiran asesor bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai mitra akademik dalam proses saling belajar dan penguatan mutu. Asesmen ini menjadi ruang kolaborasi untuk menggali keunggulan dan praktik baik yang telah dikembangkan,” ungkapnya. ***



















