BANTENRAYA.COM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), secara resmi melepas peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Reguler Gelombang I, KKN Kemanusiaan dan KKM Bilateral Tahun 2026.
Kegiatan pelepasan berlangsung di Auditorium Utama Untirta Kampus Sindangsari. Hadir dalam kegiatan ini Rektor Untirta H. Fatah Sulaiman, Kepala LPPM Meutia, Staf Ahli Pemerintahan, politik dan hukum Setda Provinsi Banten Zaenal Mutaqin dan peserta terdiri dari mahasiswa asal Untirta, Unila dan UNS.
Acara ini sebagai bentuk awal penugasan mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat. Melalui program KKM, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan akademik, mengembangkan kepedulian sosial, serta berkontribusi dalam pemecahan persoalan di tengah masyarakat.
BACA JUGA: Posko DU di Cilegon Resmi Ditutup, 9.722 Nasi Bungkus Didistribusikan untuk Warga Terdampak Banjir
5 Mahasiswa Untirta Berangkat ke Aceh
Dalam sambutannya, Meutia menyampaikan ada lima orang mahasiswa Untirta peserta KKN Kemanusiaan Kebencanaan ke Aceh yang diseleksi.
Jadi Untirta bekerja sama dengan UNY, UPN, Universitas Samudra, Universitas Malikussaler dan USK menyeleksi proses pendaftaran untuk 100 mahasiswa dalam menangani kebencanaan.
“Di LPPM kami merancang agar KKM ini bisa keberlanjutan. Nanti ada 50 desa mitra dan bisa diajukan pada saat ajuan hibah. Selebihnya jaga namai baik, jaga perilaku di sana,” ujarnya.
Di lokasi yang sama, Zaenal Mutaqin menuturkan, Banten juga sedang konsen dalam penanganan kebencanaan seperti yang terjadi kondisi banjir beberapa hari lalu di Banten.
“Mudah-mudahan kita bisa menjaga lingkungan kita. Kami atas nama Pak Gubernur, atas nama Pemerintah Provinsi Banten dengan terima kasih atas dukungan dan dengan segala kekuatan akademisi, segenap mahasiswanya, pengusaha, masyarakat, dan semuanya Pemerintah Provinsi Banten bisa menangani semuanya dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Untirta menuturkan, KKM tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga wahana pembentukan karakter, empati dan tanggung jawab sosial mahasiswa.
Khusus pada KKN Kemanusiaan dan KKM Bilateral, mahasiswa didorong untuk memiliki kepekaan terhadap isu-isu kemanusiaan serta memperluas wawasan kolaborasi lintas wilayah dan budaya.
BACA JUGA: Zakat ASN Dominasi Pemasukan Baznas Cilegon, TPP Ditargetkan Dongkrak hingga Rp14 Miliar
“Mari kita create kampus ini menjadi kampus yang healty, integrated, smart, dan green yang unggul berdaya saing di tingkat Interansional. Dari 120 negara, kita peringkat 87 sebagai kriteria kampus yang berkelanjutan. Di Indonesia kita peringkat ke-15. Tahun depan ranking 5 targetnya. Terpenting implementasinya harus kita lakukan,” tegasnya. ***



















