BANTENRAYA.COM – Pendapatan Zakat di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cilegon mencapai Rp9,5 miliar hingga Desember 2025 lalu. Di mana, 80 persen atau sebesar Rp7,6 miliar merupakan zakat dari para ASN.
Ketua Baznas Kota Cilegon Fajri Ali mengungkapkan, target zakat pada 2025 sebesar Rp10 miliar. Dimana, tercapai Rp9,5 miliar dan sebesar Rp7,6 miliar atau 80 persennya itu dari gaji ASN.
“Di 2025, Desember 2025, kita mengumpulkan zakat itu kurang lebih Rp9,5 miliar. Target kita sih sebenarnya Rp10 miliar, tapi nggak nyampe, cuma Rp9,5 miliar. ASN itu hampir kurang lebih Rp7,6 miliar ya, jadi dari dana masyarakat itu yang masuk dana zakat itu kurang lebih sekitar Rp2 miliar seperti itu,” katanya, Selasa (6/1/2026).
BACA JUGA: Spoiler Drakor IDOL I Episode 6 Sub Indo: Ra Ik Balas Budi Se Na Dengan Cara Ini
Fajri menjelaskan, pihaknya berharap tidak hanya dari gaji saja. Namun, zakat Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bisa dimaksimalkan, sehingga zakat di ASN bisa naik hingga 100 persen menjadi Rp14 miliar sebagaimana target yang sudah canangkan Baznas Cilegon.
“Dan ini harapan Pak Wali dengan adanya TPP yang akan dipotong ini, tadi kan disampaikan oleh Pak Asda juga harapannya bisa mencapai kurang lebih Rp14 miliar. Selama ini kan masih hanya kurang lebih Rp7 miliar lah, atau Rp7,6 miliar. Jadi harapannya bisa naik 100 persen dari Rp7,6 sampai Rp14 miliar. Tadi disampaikan dari total pegawai kita hampir 3 ribu ya,” ucapnya.
Sekarang, imbuh Fajri, untuk zakat gaji ASN sudah semuanya. Namun yang TPP ASN masih butuh sosialisasi. Hal itu karena yang membayar zakat TPP ASN baru 56 pejabat saja.
“Kalau untuk gajinya sudah masuk semuanya. Mungkin dari sisi sosialisasi dari OPD-nya masing-masing,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon yang juga Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Pemkot Cilegon Rahmatullah menyampaikan, pihaknya akan mengoptimalkan pendapatan zakar dari ASN. Dimana, zakat tersebut nantinya menjadi kolaborasi dan sinergitas untuk program pemerintah.
“Insyaallah di tahun 2026 kita akan optimalisasikan lewat, mengajak kebaikan, mudah-mudahan insyaallah di 2026 ini bisa kita lakukan. Karena memang keberadaannya kalau memang itu terkumpul menjadi kekuatan besar dalam rangka efisiensi anggaran, dan juga itu bisa membantu untuk masyarakat masing-masing,” ucapnya.
Rahmatullah menyatakan, sejak 2025 lalu sudah ada perwal untuk zakat profesi bagi ASN, termasuk juga TPP. Untuk itu diharapkan bisa dimaksimalkan pada 2026.
“Perwal sudah kita buat, Perwal 62 tahun 2024 tentang optimisasi dan senilitas zakat dan sedekah. Namun belum maksimal dilakukan, Insyaallah di 2026 ini kita berupaya berikhtiar dalam rangka memaksimalkan itu semua. Karena kita ketahui bersama bahwa TKD (Transfer ke Daerah) kita ada penurunan, mudah-mudahan dengan adanya zakat dari para pegawai ini dapat sangat membantu bagaimana dengan program,” pungkasnya. ***
















