BANTENRAYA.COM – Sepak terjang dan pemikiran salah satu aktivis kemerdekaan Indonesia Tan Malaka, belakangan ini kembali menjadi sorotan dan banyak forum diskusi tentang Tan Malaka.
Salah satu buah pikiran Tan Malaka yang tak lekang oleh zaman adalah konsep Merdeka 100 persen. Konsep Tan Malaka ini juga membuatnya tak sehaulan dengan para tokoh yang lain yang punya strategi berbeda untuk kemerdekaan.
Dalam artikel ini akan dibahas konsep merdeka 100 persen menurut Tan Malaka secara sederhana sebagaimana diungkapkan oleh Dr Fahruddin Faiz dalam chanel Youtube Ruang Sinau yang diunggah 9 September 2025 lalu.
BACA JUGA: Wacana Tukin Dipangkas 50 Persen, ASN Pemkab Serang Cuma Bisa Pasrah
“Merdeka 100 persen menurut Tan Malaka ini membuat dia tak sehaluan dengan tokoh lain yang punya strategi berbeda untuk kemerdekaan,” kata Fahruddin Faiz.
Dalam paparan Fahruddin Faiz disebutkan jika Tan Malaka memberikan beberapa tanda jiwa yang merdeka.
“Jiwa merdeka itu ditandai oleh empat hal yaitu self awarnesss, self respect atau jiwa yang menghargai dan menerima dirinya, self reliance atau bisa bersandar pada dirinya sendiri atau mandiri, dan self confidence,” terang Fahruddin Faiz.
BACA JUGA: IHSG Rawan Koreksi, Cek 4 Rekomendasi Saham Hari Ini 16 September 2025
Tan Malaka yang juga pahlawan nasional dan disebut bapak republic Indonesia ini menurut Fahruddin Faiz juga menulis sebuah buku berjudul Narde Republic Indonesia, tan malaka sangat dibenci Belanda.
“Makanya Tan Malaka keluar masuk penjara. Akhir hidupnya beliau ditembak anak bangsanya sendiri,” ujarnya.
Suatu hari tepatnya 24 Januarai 1946 kata Fahruddin Faiz Tan Malaka bertemu dengan Soekarno, Hatta, dan H Agus Salim. Dalam pertemuan itu, Tan Malaka mengkritik ketiga tokoh itu dengan yang kata-katanya seperti ini:
Kritik Tan Malaka
_Kepada kalian para sahabat, tahukah kalian kenapa aku tidak tertarik pada kemerdekaan yang kalian ciptakan. Aku merasa bahwa kemerdekaan atu tidak kalian rancang untuk kemaslahatan bersama. Kemerdekaan kalian diatur oleh segelintir manusia, tidak menciptakan revolusi besar._
_Hari ini aku datang kepadamu, wahai Sukarno sahabatku. Harus aku katakan bahwa kita belum merdeka, karena merdeka haruslah 100 persen._
_Di mana aku melihat bahwa kemerdekaan hanyalah milik kaum elit, yang mendadak bahagia menjadi borjuis, suka cita menjadi amat besar kemerdekaan hanyalah milik kalian, bukan milik rakyat._
_Kita mengalami perjalanan yang salah tentang arti merdeka, dan apabila kalian tidak segera memperbaikinya maka sampai kapanpun bangsa ini tidak akan pemah merdeka! Hanya para pemimpinnya yang akan mengalami kemerdekaan, karena hanya merdeka adil dan makmur itu dirasakan._
_Dengarlah perlawanan ku ini.. karena apabila kalian tetap bersikap seperti ini, maka inilah hari terakhir aku datang sebagai seorang sahabat dan saudara._
_Besok, adalah hari dimana aku akan menjelma menjadi musuh kalian, karena aku akan tetap berjuang untuk merdeka 100 persen._
Demikianlah sekelumit sejarah Tan Malaka yang disampaikan Fahruddin Faiz. ***



















