BANTENRAYA.COM – Konflik antara anak dan orang tua memang kerap terjadi, baik masalah kecil hingga besar.
Konflik antara orang tua dan anak yang sering terjadi dikarenakan adanya perbedaan zaman dahulu dan sekarang yang jauh berbeda.
Misalnya, konflik perbedaan zaman orang tua dahulu yang secara fisik lebih tangguh dibandingkan anak zaman sekarang.
Baca Juga: Larangan Pernikahan Sedarah, Ini Daftar Orang yang Haram Dinikahi Menurut Islam dan Hukum Indonesia
Atau pun konflik yang kerap terjadi terkait adanya perbedaan secara pemikiran anak zaman sekarang dengan orang tua.
Orang tua sering merasa “zaman kami dulu lebih berat, lebih tangguh!” sementara anak zaman sekarang berpikir “orang tua kolot, ga relate sama kehidupan sekarang!”
Saat dua ego dari orang tua dan anak zaman sekarang yang saling bertemu dapat menimbulkan konflik yang tidak bisa dihindari.
Baca Juga: Aston Serang Renovasi Toilet SDN Singapadu, Wujudkan Kepedulian untuk Pendidikan Sehat
Lantas, bagaimana cara efektif redam konflik orang tua dan anak?
Dikutip Bantenraya.com dari Instagram @nuonline_id, berikut cara efektif redam konflik orang tua dan anak menurut Psikolog dari UGM.
Psikolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Adjie Santosoputro mengatakan bahwa ego antar generasi dapat menimbulkan fragmentasi atau konflik.
Baca Juga: Berkat Dukungan KUR BRI, Ibu Rumah Tangga Ini Sukes Sulap Daun Kelor Jadi Cuan
Hal tersebut dapat terjadi karena keduanya masing-masing memiliki ego merasa paling benar, selama dua kubu tersebut ngotot hubungan sangat sulit terbentuk.
Adapun solusi dari permasalahan yang kerap terjadi antara orang tua dan anak, diantaranya;
1. Tinggalkan ego antar generasi
2. Orang tua dan anak perlu belajar saling memahami, bukan saling membandingkan masa lalu dan masa kini
Masalahnya, orang tua sering kali pakai pola asuh zaman dulu. Padahal sekarang? Zaman berubah dengan cepat, tapi banyak yang takut berubah.
Sementara anak zaman sekarang sering overthinking. Kenapa? Karena gak pernah hening. Begitu diam sebentar, langsung buka HP, masukin informasi tanpa jeda.
Baca Juga: Hitung Mundur Hari Raya Idul Adha 2025, Berapa Hari Lagi Lebaran Kurban?
Menurutnya, kesadaran atau awareness itu akan lahir dari momen diam. Saat kita doing nothing, pikiran jadi tenang Dan itu kunci buat redam overthinking.
Itulah informasi seputar cara efektif redam konflik orang tua dan anak menurut Psikolog dari UGM. ***



















