BANTENRAYA.COM – Gubernur Banten Andra Soni menyatakan tidak masalah dengan adanya polling maupun survei yang mengukur kinerja dirinya sebagai Gubernur Banten dan Dimyati natakusumah sebagai Wakil Gubernur Banten.
Sebab polling maupun survei menurut Andra Soni memang merupakan alat untuk mengevaluasi.
“Bagi saya survei adalah cara kita untuk mengevaluasi, alat sebagai acuan kita untuk mengevaluasi,” kata Andra Soni, Selasa 3 Juni 2025.
Baca Juga: IGI Kota Serang Tiba-tiba Sambangi Pemkot, Ada Apa? Singgung Soal Kehidupan Guru
Di luar adanya penilaian terhadap kinerja dirinya, apakah yang puas maupun tidak puas, menurutnya yang terpenting adalah selama 100 hari dia menjadi Gubernur Banten dia telah bekerja dengan sebaik-baiknya.
Aneka kebijakan telah dia keluarkan untuk kepentingan masyarakat banyak.
“Prinsipnya adalah kita diberikan mandat untuk melaksanakan pembangunan atau pemerintahan di Provinsi Banten selama 5 tahun dan 100 hari ini adalah momentum kita untuk meletakkan pondasi-pondasi bagi Pemerintah Provinsi Banten,” kata Andra.
Baca Juga: Resmi! Pemerintah Batalkan Seleksi CPNS 2025, Fokus CASN 2024
Andra pun mencontohkan sejumlah kebijakan yang telah dia ambil selama 100 hari kerja. Bahkan, beberapa merupakan realisasi dari janji kampanye yang pernah dia lontarkan saat Pilgub Banten tahun 2024 lalu yang kemudian menjadi program prioritas Pemerintah Provinsi Banten.
Beberapa program kerja itu misalnya adalah program Sekolah Gratis yang diluncurkan pada 2 Mei 2025 di Kota Tangerang yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Sekolah Gratis akan dilaksanakan mulai tahun ajaran baru 2025/ 2026 ini. Rumah Singgah Provinsi Banten juga telah kita dioperasionalkan.
Baca Juga: Lowongan Kerja PT Tempo Scan Pacific Posisi Cash Bank Adm Staff, Intip Kualifikasinya
Rumah Singgah Provinsi Banten berfungsi sebagai tempat menginap warga Banten yang berobat di Jakarta selama beberapa hari dan tidak memiliki sanak saudara di Jakarta sehingga ini akan sangat membantu.
Dia juga meresmikan dua rumah sakit umum daerah (RSUD) yang sudah dua tahun “terbengkalai”, karena sudah dibangun namun belum juga dioperasikan. Kedua RSUD ini adalah RSUD Cilograng di Lebak dan RSUD Labuan di Pandeglang.
“Alhamdulillah telah mulai beroperasi dan sudah terakreditasi dan juga sudah bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” kata Andra.
Baca Juga: Persoalan Warga Terdampak Karian yang Belum Dapat Ganti Rugi Baru Mau Dibahas Pemkab Lebak
Selain itu, Ketua Partai Gerindra Provinsi Banten ini juga mengeluarkan Peraturan Gubernur Banten tentang konektivitas wilayah yang memungkinkan pembangunan jalan di desa oleh Pemprov Banten.
Menggunakan nama Bang Andra sebagai program bangun jalan desa sejahtera, program ini juga ingin memperpendek disparitas pembangunan antara daerah Banten Utara dengan Banten Selatan.
Pembangunan jalan desa juga akan memudahkan para petani di Banten Selatan saat mengangkut hasil bumi mereka. Juga akan memudahkan peralatan pertanian modern masuk ke sawah-sawah para petani.
Baca Juga: Drama Second Shot At Love Episode 8 Sub Indo: Spoiler Lengkap dengan Link Nonton Full Movie
“Insya allah pembangunan jalan desa dan jalan usaha tani juga akan segera kita laksanakan sebelum APBD perubahan,” katanya.
Sebelumnya, banyak warga yang merasa tidak puas dengan kinerja Andra-Dimyati selama 100 hari kepemimpinan mereka. Hal itu tercermin dari polling yang dibuat Banten Raya melalui Instagram @bantenraya. ***


















