BANTENRAYA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, menyampaikan data terkait jumlah penduduk miskin di Banten pada bulan September 2024 ada sebanyak 779 ribu jiwa.
Kepala BPS Provinsi Banten Faizal Anwar mengatakan, dari hasil survei penduduk miskin yang dilakukan terhadap 1.690 sample keluarga jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 0,14 persen dibandingkan dengan Maret 2024 sebanyak 791 ribu jiwa.
“Meski demikian, kondisi ini melambat jika dibandingkan dengan periode sebelumnya yang (di mana jumlah penduduk miskin) mampu turun lebih cepat 0,33 persen,” katanya, Rabu 15 Januari 2025.
Namun tingkat kemiskinan di Banten sebesar 5,70 persen, masih lebih rendah jika dibandingkan dengan angka kemiskinan secara nasional sebesar 8,57 persen.
“Kondisi ini juga masih belum lebih rendah jika dibandingkan dengan kondisi sebelum Covid-19 yang berada dikisaran 4,9 persen. Namun patut diapresiasi karena terus mengalami penurunan,” paparnya.
Jika dilihat berdasarkan daerah tempat tinggal, penduduk miskin di pedesaan tercatat sebesar 6,20 persen lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk yang tinggal di perkotaan sebesar 5,57 persen.
Baca Juga: Kocar-kacir Penuhi Kebutuhan, Honorer Berharap Pemkot Cilegon Cari Solusi Supaya Bisa Cairkan Gaji
Adapun garis kemiskinan dengan ukuran pendapatan per kapita per bulan di Banten, juga tercatat naik 2,02 persen menjadi Rp664.403 per kapita per bulan.
Sedangkan nilai sebelumnya yakni pada bulan Maret 2024 adalah sebesar Rp654.213 per kapita per bulan.
“Komoditas makanan menjadi penyumbang tertinggi sebesar 72,88 persen sementara yang komoditas non makanan 27,12 persen terhadap total garis kemiskinan,” tuturnya.
“Seperti misalnya beras 24,48 persen, rokok dan sigaret 14,97 persen dan non makanan ada rumah sebesar 12,51 persen,” jelas Faizal.
Faizal menjelaskan melihat dari indeks kedalaman dan keparahan atau jarak kesenjangan kemiskinan tercatat mengalami perbaikan.
Indeks kedalaman turun dari 0,972 menjadi 0,799 persen poin, termasuk Indeks keparahan dari 0,247 persen menjadi 0,154 persen.
Baca Juga: Desas-desus Honorer Tak Lagi Digaji Bikin Was-was, Begini Kata BKPSDM Kota Cilegon
“Faktor yang menjadi penyebab kemiskinan di Banten mengalami penurunan, antara lain terjadi penurunan pengangguran, konsumsi rumah tangga yang naik 4,48 persen, dan inflasi lebih rendah, pada periode Maret-September 2024,” kata Faizal.***


















