BANTENRAYA.COM – Remaja di Provinsi Banten didorong untuk melek literasi keuangan agar tidak terjebak dalam lingkaran setan berupa judi online dan pinjaman online.
Saat ini sudah banyak remaja yang terkena jebakan judi online dan pinjaman online yang tidak pernah berakhir.
Demikian dikatakan Ketua Pelaksana ICMI Ramadhan Camp Asep Mulya Hidayat yang digelar ICMI Orwil Provinsi Banten di POLTEKKES Provinsi Banten di Jalan Syaikh Nawawi Al Bantani, Kota Serang, Rabu (11/3/2026).
BACA JUGA: Jelang Hari Raya Nyepi, Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk akan Tutup Sementara
Kegiatan diikuti 200 peserta yang merupakan mahasiswa dan siswa dari sekolah dan kampus yang ada di Provinsi Banten.
“Literasi bukan hanya soal baca tulis melainkan juga literasi keuangan sehingga mereka bisa mengelola keuangan secara baik,” kata Asep.
Asep menyatakan, isu keuangan merupakan isu kontemporer yang menjadi fenomena masyarakat saat ini.
Apabila generasi muda tidak memiliki pengetahuan tentang literasi keuangan, maka akan menjadi korban dari oknum pinjaman online.
“Saat ini remaja banyak jadi korban rayuan pinjol,” ujarnya.
Asep mengatakan, ICMI Ramadhan Camp merupakan kegiatan rutin yang digelar ICMI Pusat hingga di daerah setiap bulan Ramadan.
Kegiatan diisi dengan menghadirkan sejumlah pembicara kompeten di bidang masing-masing.
Kegiatan ini bertujuan membentuk generasi muda yang cendekia yang memiliki pemikiran dan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
“Kita ingin menyiapkan kader muda cendekia yang punya pikiran tajam dan berguna bagi masyarakat,” katanya.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong generasi muda muslim yang tergabung dalam Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) agar menjadi motor penggerak inovasi dan pembangunan di Provinsi Banten.
Dalam kesempatan tersebut, Dimyati menegaskan pentingnya generasi muda muslim terus meningkatkan kapasitas diri sekaligus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.
“Anak-anak muda muslim harus terus meningkatkan kemampuan, lebih cerdas lagi, lebih aktif lagi tetapi dibarengi untuk tidak lupa kepada Al-Qur’an sebagai panduan kehidupan,” kata Dimyati.
Dia mengatakan, generasi muda tidak hanya dituntut harus cerdas. Selain memiliki kecerdasan, harus diiringi dengan nilai kemanfaatan bagi masyarakat luas.
“Ada orang pintar, tapi merusak, tetapi kalau ICMI adalah orang pintar yang berguna, bermanfaat, rahmatan lil alamin untuk semua,” ungkapnya.
Dimyati berharap para pengurus dan kader ICMI dapat terlibat aktif memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan di Banten.
Sementara itu Ketua ICMI Orwil Banten Eden Gunawan menjelaskan, Ramadhan Leadership Camp merupakan program nasional yang rutin digelar setiap bulan Ramadan dan dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia.
Ramadan Leadership Camp diselenggarakan untuk memberikan bekal untuk para muda ICMI yang terdiri dari pelajar SMA kelas akhir dan juga mahasiswa.
Dia menilai pesan yang disampaikan Wakil Gubernur Banten sangat relevan dengan tujuan kegiatan tersebut, yakni memperkuat pendidikan moral bagi generasi muda.
Menurut Eden, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda yang masih dalam tahap pembentukan karakter.
“Apa yang disampaikan oleh Wagub Banten sangat tepat sekali, bahwa memang perlu ada pendidikan moral di sini, ada yang menjaga bahwa ketika kita memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi kadang-kadang disalahgunakan,” ujarnya.
“Nah dalam hari ini kita mulai mendidik dari anak-anak ini yang kebetulan mereka masih ada ruang kosong yang belum terisi. Kita isi mudah-mudahan ini akan melekat di pikirannya dan terbawa nanti pada saat mereka diterjunkan di dunia kerja yang nyata,” ungkapnya.
Eden berharap para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut nantinya memiliki kompetensi di bidang masing-masing namun tetap berlandaskan nilai keimanan.
Dia berharap generasi muda ke depan memiliki kompetensi di bidang masing-masing tetapi tetap dijaga oleh iman dan takwa. ***
















