BANTENRAYA.COM – Puasa 6 hari di bulan Syawal menjadi anjuran dan sunah dari Rasulullah SAW.
Bahkan, puasa 6 hari di bulan Syawal banyak memiliki keutamaan.
Diantara keutamaan puasa Syawal yaitu menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan yang sebelumnya dilakukan selama satu bulan penuh.
Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2022, 195.317 Kendaraan Menyeberang Lewat Pelabuhan Merak
Hal itu diumpamakan layaknya sholat sunah rawartib dimana menyempurnakan amalan sholat fardhu.
Di samping itu juga, Rasulullah SAW menyampaikan sebagaimana yang diriwayatkan dalam HR Muslim.
Puasa sunah Syawal mendapatkan pahala seperti mengerjakan puasa wajib satu tahun penuh.
Baca Juga: Fakta-fakta Seputar Isu Zinidin Zidan Kecelakaan di Tol hingga Meninggal Dunia
Dikutip Bantenraya.com dari portal islam.nu.or.id pada Senin 2 Mei 2022, amalan puasa Syawal sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan pahala.
Bahkan, ada sedikitnya 5 keutamaan, kelimanya itu yakni:
1. Penyempurna Puasa Ramadhan
Baca Juga: Yamaha Resmi Luncurkan RX King Reborn, Fitur Fiturnya Canggih, Harganya Mengejutkan
Sebagaimana sholat qabliyah dan badiyah yang dikenal rawatib menjadi amalan penyempurna sholat fardhu, maka puasa sunah Syawal juga memiliki nilai ibadah sebagai penyempurna puasa wajib Ramadhan.
Rasulullah bersabda:
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ، فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ، فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ، قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ: انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ، ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ
Baca Juga: 20 Pantun Lucu Tema Lebaran Idul Fitri 2022 Terbaru yang Bisa Bikin Senyum-senyum Sendiri
“Amalan seorang hamba yang dihisab pertama kali di hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, maka sungguh dia beruntung dan selamat. Jika shalatnya buruk, maka sungguh dia celaka dan rugi. Jika ada kekurangan pada shalat wajibnya, Allah Ta’ala berfirman, ‘Periksalah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah yang dapat menyempurnakan kekurangan ibadah wajibnya?’ Kemudian yang demikian berlaku pada seluruh amal wajibnya” (HR at-Tirmidzi)
2. Dapat Pahala Puasa 1 Tahun
Dalam Alquraan surat Al-An’am ayat 160 dijelaskan bahwa setiap satu amal ibadah akan dibalas pahala sepuluh kali lipatnya.
Mengacu pada penjelasan ini, jika dikalkulasikan maka satu bulan puasa Ramadhan dikali 10 sama dengan 10 bulan, kemudian 6 hari puasa Syawal dikali 10 sama dengan 2 bulan.
Jadi 10 bulan ditambah 2 bulan sama dengan 12 bulan atau satu tahun.
Baca Juga: 10 Gejala Hepatitis Misterius yang Sedang Merebak, Segera Lapor ke Puskesmas Jika Ini Terjadi
Rasulullah saw sendiri pernah menjelaskan bahwa orang yang melakukan enam hari puasa Syawal setelah satu bulan puasa Ramadhan, maka ia akan memperoleh pahala senilai satu tahun berpuasa. Dalam satu hadits beliau bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتَّاً مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya, “Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR Muslim)
Baca Juga: Kisah Abu Bakar Ingatkan Orang-orang Murtad untuk Menyalurkan Zakat Fitrah
3. Tanda diterimanya puasa Ramadhan
Salah satu ciri-ciri diterimanya amal ibadah adalah konsistensi melakukan ibadah yang lain setelah ibadah pertama selesai.
Begitupun dalam puasa Ramadhan. Salah satu ciri-ciri diterimanya puasa Ramadhan adalah seseorang melakukan puasa sunah Syawal setelahnya.
Sebagian ulama bependapat, siapa saja yang berbuat kebaikan kemudian mengikutkannya dengan perbuatan baik lainnya maka hal yang demikian adalah tanda diterimanya kebaikan yang pertama.
Baca Juga: 760 Ribu Lebih Pemudik Menuju Pulau Sumatera
ثواب الحسنة الحسنة بعدها فمن عمل حسنة ثم اتبعها بعد بحسنة كان ذلك علامة على قبول الحسنة الأولى كما أن من عمل حسنة ثم اتبعها بسيئة كان ذلك علامة رد الحسنة وعدم قبولها
Ganjaran perbuatan baik adalah perbuatan baik setelahnya, maka siapa saja yang berbuat kebaikan kemudian mengikutkannya dengan perbuatan baik lainnya.
Maka hal yang demikian adalah tanda diterimanya kebaikan yang pertama, pun halnya orang yang berbuat baik kemudian mengikutkannya dengan perbuatan buruk maka yang demikian adalah tanda ditolaknya kebaikan yang ia kerjakan.
Baca Juga: Disebut Meninggal Dunia Usai Alami Kecelakaan, Zinidin Zidan Posting Ini di Instagramnya
4. Sebagai Tanda Syukur
Melaksanakan puasa sunnah Syawal merupakan bukti syukur seorang hamba karena selama bulan Ramadhan telah memperoleh anugerah dari Allah SWT.
Baik berupa ibadah-ibadah yang bisa dijalani di dalamnya ataupun ampunan yang dijanjikan bagi orang yang beribadah selama bulan puasa. Rasulullah saw bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ [وفي رواية]: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Baca Juga: Arti dari Taqabballahu Minna Wa Minkum, Kalimat yang Sering Diucapkan Saat Lebaran Idul Fitri Tiba
Artinya: “Siapa saja yang berpuasa Ramadhan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.” [dalam riwayat lain]: “Siapa saja yang menghidupkan malam hari bulan Ramadhan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.” (HR Bukhari dan Muslim)
Baca Juga: Hukum Menikahi Sepupu dalam Islam, Naksir Perempuan Cantik Saat Kumpul Lebaran Ternyata Saudara
5. Menjaga Konsistensi Ibadah
Selesainya bulan Ramadhan bukan berarti ibadah-ibadah di dalamnya terputus. Umat Muslim dianjurkan untuk tetap menjaga konsistensi ibadah tersebut.
Salah satunya adalah dengan berpuasa sunah Syawal sebagai bukti konsistensi puasa yang sudah dilakukan selama Ramadhan.
5 poin di atas disarikan dari kitab Lathâif al-Ma’ârif fîma li Mawâsim al-‘Am min al-Wadhâif karya Ibnu Rajab al-Hanbali (Dar Ibn Hazm, cetakan pertama, 1424/2004, hal. 219-223).
Baca Juga: Lirik Lagu Hari Lebaran Karya Ismail Marzuki, Diciptakan Saat Zaman Orde Lama
5 keutamaan tersebut semoga bisa dijadikan landasan agar biasa mengerjakan puasa sunah Syawal, sehingga 5 keutamaanntersebut bisa diraih sebagai bentuk memperbanyak amalan dan menjadikan ketaqwaan dan keimanan lebih berkualitas. ***
















