BANTENRAYA.COM – Bagi penggemar olahraga atletik, berikut ini informasi mengenai sejarahnya yang ada di Indonesia.
Ternyata, olahraga ini sudah ada sejak sebelum Indonesia merdeka atau saat berada di bawah kekuasaan Hindia Belanda.
Sebelum masa kemerdekaan, juga sudah ada beberapa klub atletik yang berdiri di wilayah Nusantara.
Dikutip dari Instagram @ceritapelari yang datanya diambil dari berbagai sumber dan diunggah pada 16 Agustus 2025, berikut ini sejarah olahraga atletik hadir di Indonesia.
Ateltik di Indonesia ada sekitar tahun 1910-an dan olahraga ini masuk mnelalui pelajaran olahraga di sekolah.
BACA JUGA: Siap-Siap! Event Lari Colour Rush Fun Run 2025 Dimeriahkan Artis Hits dan Hadiah Rp10 Juta
Pada tahun 1917 dibentuk organisasi yang menaungi atletik yaitu Nederlandsche Indische Athletiek Unie atau NIAU yang mengatur perlombaan atletik di wilayah Hindia Belandan.
Pada saat itu, juga sudah berdiri klub atletik di kota besar seperti ISV dan Hellas di Batavia atau nama sekaran Jakarta, PAS di Surabaya dan ABA di Solo.
Pada masa penjajahan jepang tahun 1942, atletik justru semakin dikenal lewat senam Taiso pagi dan lomba antar pelajar. Meski bertujuan untuk kepentingan militer, kegiatan ini tanpa disadari turut memopulerkan atletik di Indonesia.
Pada masa kemerdekaan atau 1946, digelar Kongres Olahraga Pertama di Solo yang membentuk PORI (Perstauan Olahraga Republik Indonesia).
Dvisi atletik kemudian berdiri sendiri pada 3 September 1950 di Semarang dengan nama PASI atau Persatuan Atletik Seluruh Indonesia.
BACA JUGA: Jadwal Banten Rush Fun Run 5K, Lari Bareng dr Tirta dan Pulang Bawa Dooprize Menarik
Atletik juga menjadi salah satu cabang penting di Pekan Olahraga Nasional atau PON pertama di Solo tahun 1948.
Saat itu, Indonesia mulai berprestasi di ajang internasional.
Pada Asian Games 1951 di India menghasilkan lima medali perunggu dari cabang olahraga atletik.
Pada Asian Games di Jakarta 1962, Mohammad Sarengat melegenda setelah meraih tiga medali emas di nomor lari 100 meter, 200 meter dan 110 meter gawang.
Pada pesta olahraga Asia Tenggara atau Sea Games atletik juga kerap menyumbang medali dari nama-nama seperti Carolina Rieuwpassa di era 1970-an, Mardi Lestari di periode tahun 1980-1990, serta nama Suryo Agung Wibowo di era 2000-an yang dijuluki manusia tercepat Asia Tenggara.
BACA JUGA: Pelari Jarak Jauh Wajib Miliki Perlengkapan Ini, Lari Tak Perlu Repot-repot Genggam HP
Di nomor lari jarak jauh, sejumlah atlet Indonesia juga kerap berprestasid I Sea Games seperti Triyaningsih dengan 11 medali emas dan Agung Prayogo dengan 7 medali emas.
Pada gelaran Sea Games 2023 di Kamboja, Indonesia menggondol 19 medali emas.
Demikian sejarah singkat atletik di Indonesia.***



















