BANTENRAYA.COM – Seorang ibu bernama Yanti (40) warga Kampung Pulosari, Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak ‘ngadu’ ke Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Lebak. Aduan disampaikan pasca dirinya menerima kabar pahit dari anaknya, Nurul Afifah (20), yang diduga menjadi korban tenaga kerja ilegal ke Arab Saudi.
Kabar dari Arab Saudi yang disampaikan anaknya melalui panggilan telepon, Yanti mengungkapkan bahwa Nurul diduga diberlakukan buruk oleh majikannya. Nurul tidak diberi makan selama tiga hari hingga terbaring sakit. Meski tidak secara langsung mengalami kekerasan fisik, Yanti mengaku sedih dan sakit hati.
“Alhamdulillah untuk kekerasan fisik memang tidak ada, namun perlakuan dari majikan ini kepada anak saya tidak memberinya makan selama tiga hari. Makannya saya khawatir, apalagi dia sekarang sedang sakit,” kata Yanti sambil menangis saat dikonfirmasi wartawan pada Minggu, 27 Oktober 2024.
Baca Juga: Jelang Pilkada, KPU Banten dan UIN SMH Banten Gelar Nonton Bareng Film Tepatilah Janji
Yanti menceritakan, putri sulungnya tersebut pertama kali berangkat ke Arab Saudi pada 10 Oktober 2024 lalu bersama dengan sepupunya. Yanti awalnya menolak ketika anaknya meminta izin, namun Nurul tetap berangkat karena keinginan kuatnya untuk membantu ekonomi keluarga.
Yanti juga menuturkan, putrinya tersebut pertama kali mendapatkan informasi lowongan pekerjaan di luar negeri dari temannya, Rin dan Tatang. Keduanya kemudian merayu Nurul untuk berangkat hingga Nurul sepakat.
“Jadi awalnya yang mengajak Rini, ke anak saya. Jadi Rini ngomong ada loker cleaning service di Malaysia. Dari situ anak saya tergiur untuk berangkat kesana dan akhirnya mau,” tutur Yanti menjelaskan.
Baca Juga: Tragis, Nenek Berusia 101 Tahun di Jakarta Utara Ditemukan Meninggal, Diduga Bunuh Diri
Negara Arab Saudi sendiri merupakan opsi kedua yang ditawarkan kepada Nurul karena sebelumnya Nurul ditawari untuk menjadi cleaning service di Malaysia. Namun, jelas Yanti, kedua temannya memberikan informasi bahwa lowongan kerja cleaning service di Malaysia kosong sehingga beralih ke Arab Saudi.
“Saat itu Nurul mau dan berangkat ke Arab Saudi pada 10 Oktober 2024, sebelum berangkat juga anak saya diberikan uang sebesar Rp 2 juta untuk bekal. Selama prosesnya, anak saya juga berada di tempat penampungan di Arab,” jelasnya.
Dirinya kini hanya berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak bisa membantu membawa kembali pulang putrinya ke Tanah Air.
Baca Juga: Tak Diajak Prabowo Masuk Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Bagikan Momen Ini dengan Keluarga
“Harapan besar saya, tolong bantu kepulangan anak saya. Kami sangat berharap anak saya kembali lagi dan bisa berkumpul bareng-bareng,” harapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Penempatan Perluasan dan Pelatihan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Lebak, Deni Triasih mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan yang disampaikan Yanti dan permohonannya untuk kembali memulangkan Nurul.
“Disnaker langkah awalnya adalah memberikan penjelasan dulu tentang bagaimana proses bekerja secara legal dan kejadian yang seperti ini kita sudah sampaikan bahwa ini adalah salah satu contoh bekerja secara ilegal beserta permasalahannya,” Papar Deni.
Baca Juga: Cornelio Sunny Bantah Tudingan Cuci Otak Ratu Sofya, Sang Aktor Minta Beri Waktu hingga Privasi
Deni berjanji pihakhya tidak akan tinggal diam dan akan memproses laporan dari Yanti yang merupakan orang tua Nurul. Selanjutnya, pihaknya akan segera mungkin bersurat kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI.
“Kita akan akan mencoba dengan mereka mengisi pengaduan dulu secara resmi beserta permasalahannya nanti dilampirkan KTP, KK, kalau bisa memungkinkan ada kopi paspornya, kalau mungkin ada bisanya, nanti kita akan bantu meneruskan bersurat ke Kemenlu. Nanti dari Kemenlu, apalagi kalau di dalamnya ada kejelasan terkait dengan sponsornya, kemudian perusahaannya, dan terutama perusahaan yang ada di Saudi atau di Qatar. Nanti dari situ kita menunggu di Kemenlu,” tandasnya. (aldi) ***



















