BANTENRAYA.COM – Batik merupakan salah satu karya yang memadukan antara nilai seni dan budaya leluhur suatu daerah tertentu di Indonesia.
Termasuk di Provinsi Banten, batik menjadi ciri khas kearifan lokal telah mewarisi berbagai benda-benda kuno yang mempunyai ragam khas dan unik.
Dikutip Bantenraya.com dari laman Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Batik Banten telah mengalami proses panjang hingga akhirnya diakui di seluruh dunia.
Baca Juga: Full Ketenangan Batin, 3 Wisata Religi Ziarah di Kabupaten Pandeglang Ini Wajib Kamu Kunjungi
Batik Banten dipatenkan setelah ada kajian di Malaysia dan Singapura yang diikuti 62 negara di dunia. Batik Banten mendapatkan predikat terbaik se-dunia.
Batik Baten memiliki identitas tell story atau motif bercerita memilki khas tersendiri ketimbang batik lain.
Jumlah motif batik banten sebenarnya adalah sekitar 75 motif batik yang berasal dari keramik dan gerabah yang didapatkan dari situs Keraton Surosowan.
Selanjutnya dipadukan satu dengan yang lainnya, hingga terciptalah 12 motif batik khas Banten yang memiliki alur cerita sejarah Banten. Enam jenis motif batik Banten diantaranya:
– Motif Batik Sabakingking, diambil dari nama gelar Panembahan Sultan Maulana Hasanudin, raja pertama kerajaan Banten tahun (1552-1570).
Ciri Motif dasar berupa segi empat dengan tumpulan dan sisi-sisinya yang berbulu, diberi variasi 3 warna.
Baca Juga: 102 Lembaga Keagamaan Penerima Hibah dari Pemkot Cilegon Akan Diverifikasi Lapangan
Motif dasar berwarna coklat, variasi warna motif pada daun bersegi 4 berwarna biru dengan dasar kain berwarna krem dan boo.
Motif batik yang berjajar dan berukuran lebih kecil dari motif utama di sisi-sisi bawah, atas, samping kiri dan kanan kain batik tumpal bergerigi warna coklat tua.
– Motif Mandalikan, diambil dari nama gelar bagi pangeran Banten, yaitu Pangeran Mandalika.
Baca Juga: Gara-gara Konten Ini, Bawaslu Provinsi Banten Periksa Pejabat Diskominfo SP Banten
– Motif Srimanganti, diambil dari nama ruang di keraton (Sri = Raja, Manganti = menanti) jadi yang dimaksud yaitu pintu gerbang yang beratap menghubungkan keraton.
– Motif Pasepen, diambil dari nama sebuah ruang di keraton tempat Sultan bersemedi.
– Motif Pejantren, diambil dari nama pemukiman masyarkat Banten yang berprofesi sebagai penenun.
– Motif Pasulaman, diambil dari nama pemukiman masyarakat Banten yang berprofesi sebagai penyulam.
– Motif Kapurban, diambil dari nama gelar pangeran Banten, yaitu Pangeran Purba
Nah itulah sejarah singkat mengenai batik banten yang punya makna motif bercerita, semoga bermanfaat. (Raden) ***



















