BANTENRAYA.COM – Satu keluarga yang mengalami kelumpuhan di Kampung Cihuni, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur telah dirujuk ke RSCM, Jakarta oleh Pemkab Lebak.
Kini, enam bersaudara yang mengalami kelumpuhan sudah diberangkatkan secara bertahap, pada Minggu 14 Januari 2024 malam hari.
Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan mengatakan, untuk perawatan 6 bersaudara tersebut diberikan gratis dan ditanggung oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
Baca Juga: Rampung Tahun Ini, Stasiun Ultimate Rangkasbitung Bisa Layani 85.000 Penumpang per Hari
Saat ini baru 2 anggota keluarga yakni Sumantri dan Abdul Rohman yang menjalani perawatan di RSCM.
“Saat sudah ada rujukan, sudah tinggal ke RSCM. Semua perawatan ditanggung sampai sembuh, ” kata dia kepada Bantenraya.com, Senin 15 Januari 2024.
“Alhamdulillah tadi malam sudah dibawa ke Jakarta dan transit dulu di rumah singgah Handayani milik Kemensos, sambil menunggu tahapan rujukan,” sambungnya.
Baca Juga: Kodim 0603 dan Polres di Lebak Arungi Sungai Ciujung, Berhasil Angkut 1 Ton Sampah
Ia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan dokter spesialis saraf dan rehabilitasi medik, ternyata ada beberapa masalah, salah satunya di pembuluh darah otak sehingga perlu dirujuk ke RSCM.
“Saat ditangani oleh dokter di RSUD Adjidarmo, keenam saudara tersebut mengalami masalah yang serius sehingga harus dirujuk kesana,” terangnya.
Iwan melanjut, saat ini, satu keluarga yang menderita kelumpuhan yakni Misto, Rahmat Hidayat, Sumantri, Abdul Rohman, Elah dan Edi sedang berada di rumah singgah milik Kemensos.
Baca Juga: Disebut Berbohong, Park Min Young Terima Aliran Dana dari Mantan Pacar dengan Nilai Fantastis
“Kalau semuanya sudah siap kemudian dipindah ke RSCM,” terang Iwan.
Ia menyebut, Pemerintah Kabupaten Lebak prihatin terhadap kondisi Misto dan keluarganya. Iwan berharap, penanganan dan perawatan keluarga tidak mampu tersebut bisa dilakukan dengan tuntas.
“Meski (anggaran) kita terbatas, tapi kami tetap mendorong ini bisa oleh Kementerian. Mudah-mudahan perawatannya sampai tuntas dan sembuh,” pungkas Iwan. ***



















