BANTENRAYA.COM – Bayi berusia 4 bulan bernama Siti Ranisah Awaliyah, di Kampung Bingbin, Desa Cigoong Utara, Kecamatan Cikulur mengalami gangguan hidrosefalus.
Sang bayi mengalami hidrisefalus atau penumpukan cairan didalam otak sehingga membuat kepala membesar.
Kini, bayi yang mengidap hidrosefalus tersebut sedang dirawat di RSUD Banten serta harus segera dioperasi.
Baca Juga: Disorot Pj Bupati Lebak, Satu Keluarga yang Alami Kelumpuhan di Cikulur Akhirnya Dirujuk Ke RSCM
Diketahui, Siti merupakan anak Rapiudin dan Yani dengan profesi buruh harian lepas yang penghasilannya tak menentu.
Ketua Forum Cikulur Peduli Udi Wahyudi mengatakan, kondisi bayi semakin memburuk sehingga harus segera dioperasi. Namun, dalam terkendala biaya diperkirakan membutuhkan Rp 10-20 juta.
“Sekarang masih dirawat. Harus segera 1dioperasi, tapi keluarga kekurangan biaya, kemudian kami berinisiatif untuk menggalang donasi,” katanya kepada Bantenraya.com, Senin 15 Januari 2024.
Baca Juga: Pesan Menohok DPRD Kota Cilegon Soal Ratusan Pejabat Pemkot Kena Rotasi dan Mutasi
Ia menjelaskan, kondisi memperihatinkan sang bayi sudah berlangsung sejak lahir ke alam dunia.
“Usianya baru 4 bulan, kedua orang tua bayi adalah buruh lepas dengan penghasilan yang tidak menentu,” ujarnya.
Lebih lanjut, saat meninjau ke RSUD Banten pada Jumat 12 Januari 2024 baru dilakukan tindakan seperti penyuntikan cairan sebanyak 18 kali.
“Kabarnya, sekarang juga masih dirawat, belum dioperasi karena mandek di biaya,
pas saya kesana itu (RSUD Banten-red) sudah ada 18 suntikan cairan yang di suntikan ke bayi, satu suntikan harganya Rp 1 juta,” terang Udi.
Udi menambahkan, saat menengok pihaknya sudah menyerahkan bantuan yang terkumpul.
“Saya sudah serahkan bantuan Rp 1 juta. Sekarang, masih terus menggalang donasi, semoga saja banyak yang membantu,” pungkasnya.
Baca Juga: Lets Go! Kode Redeem ML 16 Januari 2024, Ada Hadiah Eksklusif dari Moonton Secara Gratis Tanpa Topup
Sementara itu, Rapiudin mengaku, sampai sekarang belum ada pihak pemerintah yang memberikan bantuan untuk operasi bayinya.
“Belum ada, saya tidak berharap untuk dibantu. Tapi semoga saja diberkan jalan,” paparnya.
Ia menjelaskan, menurut Dokter penyebab bayi mengalami gangguan antara lain, gangguan genetik dan masalah dalam perkembangan janin akibat malnutrisi atau insfeksi selama kehamilan.
Baca Juga: INFO LOKER! PT Doosan Heavy Industries Butuh Karyawan untuk Posisi Ini
“Insfeksi yang paling sering yakni, cytomegalovirus (CMV), rubella, mumps, sifilis, atau toksoplasma,” tuturnya.
“Ya maklum saya bekerja penghasilan tidak menentu, kadang dapat Rp 50 ribu, kadang tidak dapat,” tutup Rapiudin. ***


















