BANTENRAYA.COM – Ratusan warga Kota Serang rela antre untuk membuat AK 1 atau dikenal dengan istilah kartu kuning atau kartu pencari kerja (pencaker) di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang, Senin (19/5/25) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Pantauan Banten Raya di lokasi, ratusan warga yang didominasi usia remaja belasan tahun itu antre hingga mengular di halaman kantor Disnakertrans Kota Serang.
Salah seorang warga Ciracas Kota Serang, Nisa mengatakan, rela datang ke Disnakertrans sedari pagi untuk membuat AK 1.
Baca Juga: Tekan Risiko Diabetes di Indonesia, Kemenpora Ajak Masyarakat Rutin Berolahraga
“Walau dari jam 7 saya dapat nomor antrian 28. Sekarang aja udah jam 9 belum dipanggil,” ujar Nisa, ditemui di lokasi.
Ia mengaku rela berangkat pagi dari rumahnya di Ciracas hingga belum sempat sarapan pagi.
“Belum sempat ini juga. Karena khawatir dapat nomor antrian besar. Eh bener aja nomor 28,” ucap alumni SMK PGRI 3 ini.
Nisa berencana melamar pekerjaan di salah satu pabrik di luar Kota Serang.
“Di pabrik. Tapi belum tahu nih,” tuturnya.
Bagian Pengantar Kerja Ahli Muda Bidang Penta Disnakertrans Kota Serang Usman mengatakan, pembuatan AK1 sejak Mei hingga Juni diprediksi melonjak karena bertepatan dengan kelulusan SMK, SMA dan sederajat.
“Hari ini kebetulan di Disnaker lagi banyak membuat pencaker. Lulusan-lulusan itu lagi membuat AK1 kartu kuning identitas pencari kerja,” Usman, kepada Banten Raya.
Baca Juga: Gubernur Andra Soni Targetkan Sekda Definitif Banten Terpilih dalam 15 Hari
Ia menjelaskan, jumlah pemohon AK1 diprediksi melonjak hampir dua kali lipat dari hari biasa.
“Kalau pencaker hari Jumat kemarin sekitar 130 orang. Kalau sekarang diperkirakan hampir sama mungkin bertambah sekitar 150 orang pencari kerja yang membuat AK1,” ucap dia.
Ia menerangkan, dalam memohon AK1, pemohon terlebih dahulu harus membuat akun siap kerja di aplikasi siap kerja.
Baca Juga: Target Launching 12 Juni, Diskoumperindag Serang Gencarkan Pembentukan Kopdes Merah Putih
“Intinya sama karena kita juga pakai aplikasi siap kerja jadi pakai aplikasi siap kerja dari Kemnaker. Jadi sebelum mengambil antrian diharuskan buat akun siap kerja. Itu yang jadi bikin lama mungkin dari situ,” terangnya.
Usman mengatakan, pihaknya pun membuka pelayanan hingga pukul 16.30 jika animo pembuatan AK1 melonjak.
“Kita kerja juga pelayanan dari jam 8. Biasanya sampai jam 3 ini bisa sampai jam 16-16.30. Karena itu tadi lagi banyak pencaker yang mau membuat AK1. Kalau dulu-dulu bisa sampai 80-90 nggak begitu banyak. Tapi kalau sekarang kita perkirakan 150 bisa sampai jam 16-16.30,” tandasnya. ***



















