BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bersama Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah pusat berencana menormalisasi Sungai Cibanten.
Normalisasi Sungai Cibanten dilakukan untuk menangani persoalan banjir di Kota Serang.
Rencana normalisasi Sungai Cibanten ini terungkap usai rapat koordinasi bersama Pemkot Serang dan Balai Besar Waduk Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) di kantor DPUPR Kota Serang, Kamis 10 April 2025.
Baca Juga: Laba Bersih Bank Banten Naik 40 Persen, Kantongi Rp39,33 Miliar Sepanjang 2024
Kepala DPUPR Kota Serang Iwan Sunardi mengatakan, rencana normalisasi Sungai Cibanten tindaklanjut hasil pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah pusat beberapa waktu lalu.
Ia mengungkapkan, salah satu penyebab banjir di Kota Serang adalah terdapat bangunan-bangunan liar yang berdiri di sepanjang jalur daerah alisan sungai Cibanten.
“Ini merupakan salah satu dampak terjadinya persoalan banjir yang ada di wilayah Kota Serang,” ujar Iwan, kepada Bantenraya.com.
Baca Juga: Andra Soni Tinjau Samsat Cikande, Instruksikan Proses Pemutihan Pajak Dibenahi
Iwan menjelaskan, program normalisasi Sungai Cibanten di hilir ini menjadi langkah awal untuk merambah ke tengah bahkan hingga ke hulu.
“Jadi kita perlebar dulu untuk persoalan hilirnya, sehingga jalur air itu bisa bebas masuk ke hilir yaitu laut,” jelas dia.
Setelah beres di hilir, kata dia, normalisasi bisa dilanjutkan ke tengah bahkan ke hulu, sehingga penanganan banjir di Kota Serang bisa komperhensif.
Baca Juga: Tiga Rumah Warga Lebak Ludes Terbakar, Pemilik Rugi Rp200 Juta
“Iya untuk hari ini adanya di Warung Jaud dan Kasemen yang ditinjau langsung oleh Pak Gubernur. Ini yang menjadi fokus utama sambil kita mencoba mengkaji persoalan banjir di beberapa titik yang ada di Kota Serang,” katanya.
Iwan menegaskan, bangunan liar yang menjadi pemicu banjir bakal dibongkar.
“Iya itu harus dibongkar,” tegas Iwan.
Ia mengaku pihaknya mengundang para lurah dan camat Kasemen agar mensosialisasikan rencana aksi normalisasi Sungai Cibanten kepada warganya.
“Tadi disampaikan prinsipnya kita hari ini pun bisa untuk mengeksekusi, tapi memberikan peluang untuk sosialisasi kepada masyarakat melalui kelurahan dan kecamatan,” kata dia.
Baca Juga: Target Modal Rp3 Triliun, KUB Bank Banten dan Bank Jatim Rampung Bulan Mei 2025
Rencana aksi normalisasi Sungai Cibanten setelah sosialisasi kepada masyarakat kelar.
“Paling lama satu Minggu ada laporan ke kita. Jadi kita masih menunggu dari kelurahan dan kecamatan supaya tidak ada persoalan dan gejolak di masyarakat.
Asda II Kota Serang Yudi Suryadi mengatakan, permasalahan banjir di Kota Serang sudah dipetakan oleh DPUPR Kota Serang, DPUPR Provinsi Banten, dan juga BBWSC3. Ada beberapa hal yang menghambat terhadap saluran diantaranya ada pendangkalan, dan bangunan liar.
“Nah ini bangunan di atas kali, di atas sungai dan juga banyak bangunan yang ada di sepadan sungai. Ini yang mengganggu terhadap kelancaran pada waktu pas musim hujan,” kata Yudi.
Baca Juga: Detik-detik Kecelakaan Beruntun Libatkan Empat Kendaraan di Lebak, Satu Orang Meninggal Dunia
Ia mengatakan, rencana aksi normalisasi Sungai atau kali pembuang di wilayah Warug Jaud dan Kasemen agar air lancar sampai ke hilir.
“Menurut informasi besok alat berat sudah mulai masuk ke Kasemen,” kata dia.
Yudi menekankan kepada masyarakat yang berada di bantaran sungai untuk segera angkat kaki, karena akan menganggu operasional alat berat.
“Tadi kita tekankan kepada Pak Camat, Pak lurah dan muspika bagaimana warga masyarakat yang ada di sana secara sadar, secara bertahap untuk pindah,” katanya.
Baca Juga: Banding Ditolak, Bripda Denis Riswanto Belum Berhenti Lawan PTDH
Ia mengatakan, dalam normalisasi Sungai Cibanten ini tidak ada uang ganti rugi bangunan rumah, karena rumah-rumah warga berdiri di lahan daerah aliran Sungai Cibanten.
“Di dalam program ini tidak ada relokasi. Tetapi kami pemerintah daerah kan punya rusun. Kita manfaatkan rusun. Sebelum mereka memiliki tempat tinggal manfaatkan rusun yang ada di Margaluyu kan kosong,” kata Yudi, kepada Bantenraya.com.
Ia menyebutkan, permasalahan banjir di Kota Serang, salah satunya tingkat kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya masih rendah.
“Ternyata permasalahannya tingkat kesadaran masyarakatnya yang rendah. Buang sampah ke kali, bangunan di atas bantaran kali. Ini yang menjadi permasalahan di Kota Serang,” beber Iwan.
Baca Juga: Bisnis Narkoba dari Balik Jeruji, Terpidana Jual Beli Sabu dari Lapas Tangerang
Sementara ini kita tidak berbicara ada uang segala macam. Kita akan mengadakan program sesuai dengan yang ada baik dari kota, provinsi, dari BBWSC3 ataupun dari PU provinsi,” tandasnya.
Kabid Pelaksanaan Jaringan Sumber Daya Air (PJSA) pada BBWSC3 M. Harliansyah mengatakan, normalisasi Sungai Cibanten harus berkolaborasi dengan Pemprov Banten dan pemerintah pusat.
“Jadi 4 kilometer itu nanti panjang yang ditangani oleh BPWSC3, kemudian 1 kilometer itu oleh PU provinsi. Jadi kolaborasi penanganan banjir ini,” kata Harliansyah, kepada Bantenraya.com.
Ia mengatakan, Pemkot Serang menyiapkan dispos area untuk hasil galian yang harus dibuang atau dimanfaatkan di sekitar sungai.
Baca Juga: DLH Serang Angkut Sampah Liar di Margaluyu, Pihak Ketiga Diduga Jadi Biang Kerok
“Secara teknis seperti itu dan kita akan menyiapkan rencana aksi melibatkan para pihak, sehingga kegiatan ini bisa terpantau progresnya dengan kita membuat time schedule atau rencana aksi itu,” katanya. ***



















