BANTENRAYA.COM – Ancaman pangan berbahaya kembali menghantui masyarakat di Pasar Rau Kota Serang.
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan atau BBPOM di Serang bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, serta Ditkrimsus Polda Banten menemukan tiga jenis makanan positif mengandung zat berbahaya saat inspeksi mendadak di Pasar Induk Rau.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan bersama tim gabungan di Pasar Rau, petugas mengambil 33 sampel makanan yang dijual pedagang. Hasilnya, tiga di antaranya dinyatakan positif mengandung bahan berbahaya.
“Dari 33 sampel ada tiga yang positif mengandung zat berbahaya. Mie kuning positif formalin, teri nasi atau teri medan positif formalin, kerupuk melarat positif Rhodamin B (pewarna tekstil-red),” ungkap Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang Fauzi Ferdiansyah, Selasa, 3 Maret 2026.
Selain tiga temuan tersebut, sampel lain yang diperiksa meliputi tahu, cincau, sotong, bakso, hingga jajanan anak.
BACA JUGA: Temuan DPRD Banten pada Program MBG di Lebak: Makanan Berjamur hingga Indikasi Korupsi
Fauzi menegaskan, penggunaan bahan kimia berbahaya pada makanan tidak bisa ditoleransi karena akan menggangu kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
“Bahan-bahan berbahaya tidak boleh digunakan untuk makanan. Tentunya akan memberikan efek buruk bagi kesehatan,” ujarnya.
Formalin sendiri dikenal sebagai bahan pengawet mayat dan tidak diperuntukkan bagi pangan.
Sementara Rhodamin B merupakan zat pewarna tekstil yang dilarang digunakan dalam makanan. Konsumsi bahan tersebut dalam jangka pendek maupun panjang bisa berdampak serius.
“Bahaya apabila dikonsumsi, akan mengakibatkan macam-macam reaksi secara langsung seperti reaksi alergi, merah-merah, ruam, terjadi gangguan di pencernaan, dan dalam jangka panjang terjadi kerusakan hati dan ginjal, termasuk memicu kanker dan cukup berbahaya bisa menyebabkan kematian,” kata Fauzi.
BACA JUGA: Dirut PT EPP Bantah Korupsi, Eks Kadis LH Minta Dihukum Ringan
Terkait temuan itu, BBPOM memastikan akan menindaklanjuti para pedagang yang kedapatan menjual produk berbahaya.
Kemudian akan dilakukan penelusuran ke tempat produksi makanan-makanan tersebut agar berhenti dari tempat produksinya, sehingga pedagang Pasar Rau tidak akan menjualnya lagi.
“Tindakan terhadap temuan ini nanti akan melakukan tindak lanjut kepada penjualnya. Apabila masih menjual maka akan ditarik dan diamankan,” tegasnya.
Fauzi juga membandingkan hasil pengawasan tahun ini dengan tahun sebelumnya. Menurutnya, situasi sudah jauh lebih baik.
Temuan tahun sebelumnya pada tahun ini tidak ditemukan lagi.
BACA JUGA: Spoiler Undercover Miss Hong Episode 10 Sub Indo: Pertemuan Geum Bo dan Bok Hee dengan No Ra
“Perbedaan tahun lalu banyak yang positif dan sudah dilakukan pembinaan, untuk tahun ini sudah negatif. Tahun lalu hampir semua positif,” ungkapnya.
Meski demikian, dia tetap mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih makanan, terutama selama Ramadan. Sebab ada saja oknum nakal yang memanfaatkan situasi, terutama saat bulan Ramadan ini.
“Saya menghimbau kepada masyarakat supaya berhati-hati dalam memilih makanan baik itu untuk sahur atau berbuka supaya ibadah puasanya tidak terganggu, tetap sehat dalam berpuasa,” ujarnya.***


















