BANTENRAYA.COM – Kasus korupsi dengan kerugian Rp193,7 triliun yang dilakukan oleh para jajaran direksi PT Pertamina Petra Niaga dengan cara mengoplos bahan bakar Pertamax memberikan dampak negatif terhadap kendaraan yang digunakan oleh masyarakat.
Technical Training PT Mitra Sendang Kemakmuran (MSK) Honda Banten Sularno mengatakan, kerusakan akibat konsumsi bahan bakar dengan tingkat RON rendah akibat oplosan ini menyebabkan performa motor menjadi turun. Namun tidak mengalami kerusakan berat seperti halnya pada kendaraan roda empat.
“Untuk kendaraan roda dua sampai saat ini belum ada kerusakan komponen yang terkait, lebih ke performa motornya jika RON yang ada di bahan bakar tersebut rendah,” kata Sularno saat dikonfirmasi Bantenraya.com, Rabu 26 Februari 2025.
Melihat ciri-ciri performa mesin yang turun yang sering menjadi kendala para pengguna roda dua antara lain, mesin sulit dihidupkan, tenaga mesin berkurang, suara mesin tidak normal, mesin cepat panas hingga asap kendaraan yang hitam. Sularno menyarankan untuk menggunakan bahan bakar dengan kompresi tinggi.
Baca Juga: Wajib Dikembalikan Bulan Maret, Sisa Anggaran Pilkada Lebak Rp2 Miliar
“Sesuai dengan standar pabrikan, untuk sepeda motor dengan kompresi tinggi pakai RON yang tinggi juga,” imbuhnya.
Sularno melanjutkan, jumlah kendaraan yang melakukan servis di bengkel akibat performa motor yang turun cukup tinggi selama beberapa bulan terakhir.
“Jadi melihat dari beberapa keluhan konsumen yg masuk ke bengkel, jumlah K
Keluhan yang masuk ada sekitar 65 an motor keluhan dalam 1 bulan dan ini masih kondisi normal,” ujarnya.
Secara terpisah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Wiraswasta Nasional Migas dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi Banten belum memberikan tanggapan, lantaran pihaknya masih dalam proses peninjauan kondisi di lapangan.
Staf Hiswana Migas DPC Banten Opie mengatakan, sudah banyak pihak yang meminta konfirmasi terkait dengan kondisi tersebut namun, belum ada instruksi yang jelas dari pimpinan.
“Belum ada tanggapan dari pak ketua mas, baik ketua maupun divisi bidang terkait masih mendalami informasi di Banten sekarang sedang ada rapat di Polda Banten,” kata Opie.(***)



















