BANTENRAYA.COM – Pembangunan betonisasi jalan nasional di Kota Serang tepatnya Jalan Raya KH Abdul Hadi, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, diprotes warga, Sabtu 9 Oktober 2021.
Sebabnya, pembanguan jalan itu diprediksi akan menjadi penyebab banjir untuk di kemudian hari.
Yayat, tokoh masyarakat RW 16 lingkungan sekitar mengatakan, pembangunan betonisasi jalan nasional diprotes warga karena ada peninggian jalan.
Baca Juga: Kepala Daerah Hanya Menjabat Dua Tiga Tahun, Reformasi Birokrasi Berpotensi Alami Stagnasi
“Adanya peninggian jalan, warga tidak berkenan karena hanya menyelamatkan jalan, tidak menyelamatkan penanganan banjirnya,” katanya saat ditemui di lingkungan warga.
Yayat menambahkan sebelum adanya pembangunan jalan nasional, pemukiman warga selalu terkena dampak banjir.
“Solusinya benahi drainase, oke tinggian jalan. Nantinya air bisa lancar, kalau jalan dulu, air gak bisa jalan air nambah lagi (banjir). Jangan jalan dulu, nanti membongkarnya susah. Keluar kemana airnya,” tambahnya.
Baca Juga: Lebak Masuk PPKM Level 3, Kunjungan ke Kawasan Adat Baduy Turut Ditutup
Yayat mengungkapkan, warga telah melakukan komunikasi dengan pelaksana proyek pembangunan betonisasi jalan nasional.
“Warga mau memberhentikan pekerjaan, cuma kita minta cari solusinya dulu,” ungkapnya.
Sementara itu, pelaksana proyek PT BMK Marbun mengaku akan menampung aspirasi masyarakat tersebut. Sebab kewenangan pembangunan drainase bukan ada padanya.
Baca Juga: Presiden Jokowi Umumkan Penerbangan Internasional di Bandara Ngurah Rai Bali Bakal Dibuka 14 Oktober
“Urusan yang kerja saluran ada timnya sendiri, saya di bagian jalan. Kan ini satu paket. Mungkin agak lambat karena banyak gorong-gorong jalan,” katanya.
Marbun menambahkan akan ada beberapa titik dari total 250 meter jalan yang dibangun, akan dihentikan sementara.
“Yang di seberang jalan, untuk sementara tidak dikerjakan. Untuk gorong-gorong lama warga minta dibersihkan karena menjadi penyebab banjir,” jelasnya. ***



















