BANTENRAYA.COM – Masyarakat Pandeglang Selatan yang tinggal di kawasan pesisir pantai diimbau untuk mewaspadai gelombang tinggi selama bulan Maret 2026.
Peringatan dini gelombang tinggi dikeluarkan oleh BMKG berkaitan dengan fenomena astronomis yang dapat meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum.
Masyarakat Pandeglang Selatan, terutama warga yang tinggal di kawasan pantai dan nelayan untuk selalu waspada dengan potensi gelombang laut.
BACA JUGA: Copa del Rey Barcelona vs Athletico Madrid, Ambisi Blaugrana Balas Dendam di Leg 2
Berdasarkan informasi yang diterima dari BMKG, wilayah yang berpotensi diterjang gelombang laut diantaranya Kecamatan Labuan berpotensi terdampak pada 6–7 Maret 2026.
Kemudian, Pandeglang Selatan berada di Kecamatan Cikeusik, pada 2–9 Maret 2026, 20–26 Maret 2026, dan 31 Maret 2026.
BMKG menyebut, akan terjadi fase Bulan Purnama pada 3 Maret, fase Bulan Baru pada 19 Maret, dan fase Perigee atau jarak terdekat antara Bulan dan Bumi pada 22 Maret 2026.
Kombinasi ketiga fenomena tersebut berpotensi memicu pasang maksimum air laut dan meningkatkan risiko banjir rob di wilayah pesisir.
Daerah yang rawan gelombang tinggi berada di pesisir pantai Selat Sunda Wilayah Barat Pandeglang, yang berpotensi diterjang banjir rob.
BMKG mengingatkan bahwa fenomena banjir rob dapat berdampak pada terganggunya aktivitas masyarakat di kawasan pesisir.
Masyarakat pesisir diimbau untuk tetap waspada dan melakukan langkah antisipasi guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan. ***


















