BANTENRAYA.COM – Walikota Cilegon Robinsar dan Komandan Komando Rayon Militer atau Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjend TNI Daru Cahyadi Soeprapto meresmikan sumur bor yang dibangun oleh Komando Distrik Militer atau Kodim 0623/Cilegon di Lingkungan Cisuru, Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Selasa, 3 Maret 2026.
Sumur bor tersebut sebelumnya telah dikerjakan sejak Selasa, 30 Desember 2025.
Sempat tidak menemukan sumber air yang bagus, akhirnya tim dari Kodim 0623/Cilegon berhasil membangun sumur bor yang mampu memancarkan air bersih dan bisa dimanfaatkan oleh warga Lingkungan Cisuru untuk kebutuhan sehari-hari.
Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjend TNI Daru Cahyadi Soeprapto mengatakan, pembangunan sumur bor di Lingkungan Cisuru merupakan salah satu program TNI AD Manunggal Air untuk memfasilitasi penyediaan air bersih bagi masyarakat yang kesulitan mengakses atau mendapatkan air bersih ini.
“Program TNI AD Manunggal Air ini adalah program Bapak Kasad Maruli Simanjuntak yang menginginkan agar jangan sampai ada masyarakat yang kekurangan bahkan tidak bisa mendapatkan air bersih. Pokoknya perintah Bapak Pangdam juga kepada Dandim agar mencari daerah yang masih kekurangan air,” katanya.
BACA JUGA: Terdampak Banjir, Warga Sumur Terima Program Pagar Sosial Dari TNUK
Brigjend Daru mengingatkan, jangan sampai berpikir tentang ketahanan negara kalau masih ada masyarakat yang tidak bisa mendapatkan air bersih.
“Nah ini salah satu alasan kenapa harus berbicara tentang air. Ketahanan negara itu bukan hanya soal perang atau melindungi wilayah negara saja. Tapi menjaga stabilitas masyarakat termasuk soal penyediaan aiar bersih bagi masyarakat juga termasuk ketahanan negara,” ujarnya.
Walikota Cilegon Robinsar mengapresiasi atas pembangunan sumur bor di Lingkungan Cisuru yang berada di ketinggian atau pegunungan.
“Kami sangat terharu, kami sangat terbantu karena memang salah satu persoalan yang ada di wilayah Kelurahan Suralaya ini adalah soal kesulitan mendapatkan air bersih,” katanya.
“Makanya dengan adanya sumur bor yang sudah dibangun oleh Kodim tentu sangat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami atas nama pribadi, pemerintah, dan mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” sambung Robinsar.
BACA JUGA: Kembangkan Wisata Sumur Tujuh, Pemdes Lebakwana Siapkan Dana Rp200 Juta
Namun, Robinsar mengungkapkan, pada tahun ini pemerintah yang dipimpinnya berikhtiar melakukan pipanisasi agar air dari PDAM sudah bisa masuk ke wilayah Suralaya.
“Tapi memang untuk wilayah pegunungan butuh upaya yang lebih keras karena tentu butuh fasilitas tambahan seperti reservoar dan sebagainya. Untuk itu, keberadaan sumur bor dari Kodim ini tentu sekali lagi kami sampaikan, sangat membantu masyarakat!” tegasnya.
Sementara itu, Dandim 0623/Cilegon Letkol Inf Imam Buchori mengatakan, pembangunan sumur bor oleh Kodim Cilegon merupakan bukti nyata kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Masyarakat Cisuru yang berada di dataran tinggi atau perbukitan, diketahui sudah sangat lama mendambakan sumber air bersih untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari mereka,” katanya.
Sebelum ada sumur bor, Imam menceritakan, berdasarkan informasi masyarakat Cisuru, mereka hanya mengandalkan tadahan air hujan untuk mendapatkan air bersih. Jika memasuki musim kemarau, masyarakat harus merogoh kocek untuk mendapatkannya.
BACA JUGA: Lagi Khusyuk Cari Ikan, Warga Sumur Diterkam Buaya di Pulau Panaitan
“Jadi memang, sesuai yang disampaikan Bapak Danrem tadi, kami langsung terjun ke lokasi ketika mendapat kabar ada daerah di Kota Cilegon yang sangat membutuhkan sumber air bersih. Sehingga kami beserta tim bersama-sama membantu masyarakat dengan pengeboran sumber air bersih ini,” katanya.
Imam berharap, dengan hadirnya sumur bor sebagai sumber air bersih, bisa memenuhi kebutuhan dan menunjang kegiatan sehari-hari masyarakat.
“Semoga bisa bermanfaat untuk jangka yang panjang. Airnya bisa terus keluar dari sumur bornya untuk kemudian bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat selamanya. Mungkin yang tadinya mandi hanya sekali sehari, sekarang bisa bebas mau mandi berapa kali juga,” ujarnya bercanda.
Salah satu warga Cisuru, Ibu Tuah merasa bahagia atas keberadaan sumur bor di daerah tempat tinggalnya. Wanita paruh baya ini merasa sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi dirinya dan keluarga.
“Senang sekali soalnya dulu kan belum ada air bersih, susah mendapatkannya. Kalau mau ambil air itu malam hari, kadang bertemu dengan hal yang mengerikan di jalan. Ngambil airnya di Kampung Cisalak. Kalau beli harganya sampai Rp10 ribu untuk 3 jeriken,” katanya. ***


















