BANTENRAYA.COM– Pemerintah Desa (Pemdes) Lebakwana, Kecamatan Kramatwatu mengagarkan Rp200 juta untuk mengembangkan wisata religi Sumur Tujuh.
Anggaran tersebut nantinya digunakan untuk membangun sarana prasarana di Kawasan Sumur Tujuh seperti jalan, drainase dan tembok penahan tanah (TPT).
Sekretaris Desa (Sekdes) Lebakwana Mulyadi mengatakan, lokasi Sumur Tujuh tersebut masih sering dikunjungi oleh para wisatawan dari luar darah.
BACA JUGA: Jembatan Gantung di Lebak Ambruk, 5 Siswa yang Melintas Tercebur ke Sungai
“Kunjungannya masih ramai, apalagi malam Jumat, biasanya orang datang ke tempat itu untuk mandi dan berziarah,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 21 Januari 2026.
Ia menjelaskan, alasan warga setempat menamai lokasi itu Sumur Tujuh karena terdapat tujuh kolam kecil yang airnya tidak pernah surut.
“Kalau dulu waktu pohon beringinnya masih ada dua airnya besar. Kalau sekarang pohon beringinnya tumbang satu jadi airnya sedikit. Tapi air Sumur Tujuh itu bisa mengaliri puluhan hektare sawah,” katanya.
BACA JUGA: Vivo X300 Ultra Diperkenalkan, Bawa Teknologi Kamera Setara Perangkat Profesional
Mulyadi menuturkan, saat ini sumur tujuh tersebut masih dikelola olah masyarakat setempat walaumpun sempat direncanakan untuk dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Masyarakat kebanyakannya tidak menyetujui, tapi itu tidak jadi masalah. Yang penting tahun ini desa membangun fasilitas jalannya supaya berkembang,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, yang masih menjadi pekerjaan rumah (Pr) untuk mengembangkan wisata religi tersebut adalah infrastruktur jalannya yang masih kurang bagus.
“Cuma akses jalannya ini yang belum kita bangun, tahun kemarin baru kita bangun irigasi dulu. Karena dari warga awalnya enggak memberikan akses untuk jalan,” paparnya.
Pihaknya juga berencana mengalokasikan anggaran untuk pengembangan wisata sumur tujuh sebesar Rp200 juta.
“Kalau jalannya sudah dicor, pasti akan lebih ramai dan ekonopmi juga akan jalan. Tahun ini sudah kita anggarkan sekitar Rp200 juta, karena pengunjung banyak yang datang dengan membawa mobil odong-odong,” tuturnya. ***

















