BANTENRAYA.COM – Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, mengungkapkan masih sangat banyak sekolah di Lebak dan Pandeglang yang dalam kondisi rusak.
Pihaknya juga mengaku keteteran dalam memberikan bantuan program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat karena bersifat terbatas.
“Hampir di setiap kecamatan, sekolah rusak sedang hingga berat ini ada. Jadi kami cukup keteteran mengawal program revitalisasi ini,” kata Adde Rosi usai meresmikan gedung hasil revitalisasi sekolah, Selasa, 3 Maret 2026.
BACA JUGA: Asnin Syafiuddin Diganti Lewat PAW, PKS Banten Harap Abdul Maksimalkan Aspirasi Dapil
Tahun ini, ujar Adde Rosi, baru ada sekitar 16 sekolah di Lebak dan Pandeglang yang tersentuh bantuan revitalisasi tersebut sesuai dengan usulan pihaknya.
Dia berharap di tahun yang akan datang, program ini bisa dijalankan lebih maksimal dan menjangkau lebih banyak sekolah sesuai dengan arahan presiden.
“Kita tahu kemampuan fiskal Lebak dan Pandeglang. Jadi kita akan semaksimal mungkin membantu,” imbuhnya.
Menurut Adde Rosi, kondisi infrastruktur pendidikan yang rusak berimplikasi langsung terhadap rata-rata lama sekolah.
Seperti di Lebak dan Pandeglang yang saat ini rata-rata hanya tujuh sampai delapan tahun. Kondisi itu tentu jauh dari cita-cita negara dan berpotensi melanggar hak pendidikan warga Lebak dan Pandeglang.
“Artinya kan masih jauh dari 13 tahun wajib belajar. Ini menjadi PR yang panjang untuk kita semua. Karena pendidikan bukan investasi singkat, tapi investasi 20 hingga 30 tahun ke depan,” imbuhnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Adde Rosi juga turut menyoroti persoalan lain pendidikan di Lebak dan Pandeglang di samping kondisi infrastrukturnya, seperti kesejahteraan tenaga pendidik atau guru.
Adde Rosi mengakui bahwa dirinya masih menemukan adanya guru honorer yang digaji hanya Rp500 ribu.
“Ini sangat menyayat hati dan menjadi tamparan keras bagi Komisi X. Kami masih harus memberikan kesejahteraan dan perlindungan bagi guru,” terang dia.
Di sisi lain, Adde Rosi sendiri hari ini meresmikan banguan dari bantuan program revitalisasi pada tiga sekolah yang ada di Kabupaten Lebak.
Dari ketiganya, dua merupakan SD dan satu SMP yang berasa di Kecamatan Cipanas.
“Saya kawap dan saya awasi langsung, jadi ketiga sekolah itu sudah bisa digunakan 100 persen untuk kegiatan belajar mengajar siswa,” kata Adde Rosi. (aldi) ***

















