SERANG, BANTEN RAYA- Sebanyak 15 SMP Negeri di Kota Serang siap melaksanakan pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas yang direncanakan dimulai pada Senin, 6 September 2021. Hal itu sekolah tersebut telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 dan menerapkan protokol kesehatan (prokes).
Kepala Dindikbud Kota Serang Alpedi mengatakan, Kota Serang terdapat 27 SMP Negeri, dari jumlah tersebut yang siap melaksanakan PTM terbatas baru 15 sekolah.
“SMPN yang sudah divaksin ada 15 sekolah artinya sudah siap PTM. SMP swasta ada sekitar 35 sekolah. Swastanya yang kemarin itu dua sekolah. Sekolah swasta yang lainnya sudah duluan (PTM), karena mereka sudah divaksin duluan,” ujar Alpedi kepada Bantenraya.com.
Baca Juga: Utamakan Mapel Esensial, Praktik Olahraga Ditiadakan Saat PTM Terbatas di Kota Serang
Untuk kesiapan melakukan PTM terbatas, Dindikbud Kota Serang sudah membuat instruksi untuk menjadi pedoman di SMP se-Kota Serang kaitan pelaksanaan PTM terbatas. Instruksi tersebut dasarnya dari instruksi Walikota Serang.
“Bahwa PTM terbatas sebuah keniscayaan karena memang situasi kondisi yang sudah membaik. Berarti PTM sudah dimulai hari Senin besok,” kata Alpedi.
Selain itu, ia memastikan belasan SMPN itu pun telah siap menerapkan prokes untuk melaksanakan PTM terbatas.
“Saya sudah mengecek. Terutama hand sanitizer sudah siap, penyediaan tempat cuci tangan, kursi-kursi sudah diatur jaraknya 1 meter-1,5 meter. Jumlah siswanya 50 persen yang masuk kelas,” ucap dia.
Baca Juga: Ini Kunci Pembelajaran Tatap Muka
Hanya saja, lanjut Alpedi, model pembelajaran PTM terbatas dibagi dua kelompok. Kelompok pertama belajar PTM terbatas, dan sebagian siswanya melaksanan pembelajaran virtual.
“Ya nanti bergiliran apakah nanti yang ganjil PTM, atau yang genap yang virtual, hari berikutnya bergiliran tuh. Tujuannya untuk apa? Untuk memudahkan kami mantau,” jelasnya.
Ia menyebutkan, berdasarkan data sementara total target siswa yang divaksin sebanyak 26 ribu, yang sudah divaksin 12 ribu orang atau sekitar 47,51 persen.
“Artinya jika diwajibkan 50 persennya, berarti sudah masuk standar untuk melaksanakan PTM terbatas,” kata dia.
Baca Juga: Tinjau Pembelajaran Tatap Muka, Ketua DPRD Cilegon Apresiasi Penerapan Prokes oleh Sekolah
Ia menuturkan, bagi anak didik yang belum divaksin tetap dapat mengikuti kegiatan pembelajaran, hanya saja masih secara virtual.
“Kalau sudah divaksin baru boleh ikut kelompok PTM terbatas. Supaya mereka juga bisa menikmati pembelajaran langsung,” terang Alpedi.
Sementara itu, Walikota Serang Syafrudin mengatakan, PTM terbatas sudah harus dilaksanakan hal itu berdasarkan SKB tiga menteri.
“Jadi tidak harus menunggu vaksin selesai. Yang paling penting adalah tenaga pendidik sudah divaksin, kepala sekolah, anak didik menyusul divaksin, sambil berjalan,” jelasnya.
Baca Juga: Sudah Dimulai, Pembelajaran Tatap Muka di Cilegon Ternyata Belum Kantongi Izin Satgas Covid-19
Ia menegaskan, dengan dasar SKB tiga menteri tersebut PTM terbatas di sekolah sudah harus dilaksanakan, hanya saja ada beberapa sekolah yang sudah siap, dan masih sedang mempersiapkan.
“Sebenarnya sudah harus dimulai, dari Minggu kemarin itu sudah ada yang siap, sudah yang belum siap,” ujarnya. “Cuma sampai hari ini insya Allah hari Senin besok sudah serentak semua dilaksanakan,” imbuhnya. ***
Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel



















