BANTENRAYA.COM – kapal penyeberangan di lintasan Merak – Bakauheni sulit sandar akibat cuaca buruk dan ombak besar.
Kendaraan di kapal feri yang hendak sandar bahkan sampai terguling di dalam kapal saking besarnya goncangan.
Akibatnya, jadwal pelayaran di Pelabuhan Merak dan Bakauheni sedikit terganggu.
Baca Juga: Sejarah KORPRI, dari Pegawai Rendahan Belanda Sampai Menjadi Alat Politik Penguasa
Kesulitan kapal bersandar, lantaran angin di perairan Selat Sunda cukup kencang dalam sepekan terakhir.
Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan atau Gapasdap Cabang Merak, Togar Napitupulu mengatakan, dalam beberapa hari terakhir sejumlah kapal di penyeberangan Merak-Bakauheni kesulitan bersandar di dermaga.
“Saat ini, kecepatan angin sampai 40 knot, padahal normalnya paling 5 knot,” kata Togar kepada Bantenraya.com, Minggu 28 November 2021 petang.
Baca Juga: Ameer Azzikra Meninggal Dunia Karena Infeksi Liver, Ini Kronologi Kejadian dan Ungkapan Sang Istri
Togar menjelaskan, akibat angin kencang ini waktu pelayaran dan sandar bertambah.
“Biasanya sehari sekitar 4 trip dari Merak dan 4 trip dari Bakauheni. 4 PP, sekarang tidak bisa ditentukan, bisa 3 PP,” jelasnya.
Selain waktu yang bertambah, kata Togar, beberapa kendaraan di dalam kapal juga sempat roboh, namun tidak sampai ada korban.
Baca Juga: Catat! Ini Aturan Baru Penumpang di Pelabuhan Merak Berlaku Mulai 1 Desember
“Iya memang ada beberapa truk sempat roboh di dalam kapal,” ungkapnya.
Togar mengaku telah memberikan imbauan kepada nakhoda kapal agar lebih berhati-hati.
“Nahkoda sudah kami imbau agar lebih waspada dan berhati-hati,” ucapnya. ***

















