BANTENRAYA.COM – Program Sarana dan prasarana lingkungan warga atau Salira milik Pemkot Cilegon hanya akan digelontorkan 40 persen pada 2026.
Angka tersebut masih sama seperti sebelumnya pada 2025 yang hanya direalisasikan sebesar 40 persen saja.
Salah satu Ketua Pokmas yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, kondisi keuangan dikabarkan belum stabil.
Untuk itu, program Salira atau sekarang disebut Saban Juare akan sama dengan sebelumnya yakni 40 persen dari Rp 33 miliar.
“Kalo melihat dari jumlah sih 40 persen sama seperti tahun 2025. Cuma memang ada kenaikan sedikit nominalnya karena jumlah bagi saban juare secara keseluruhan naik. Meski realisasi tahun ini karena kondisi keuangan belum stabil belum bisa direalisasikan 100 persen,” ujarnya, Selasa, 24 Februari 2026.
Untuk pembangunan sendiri, ucapnya, 40 persen tersebut akan fokus pada 4 kategori yakni rumah tidak layak huni atau Rutilahu, penanganan banjir berupa Drainase, TPT, sumur resapan, lalu penerangan jalan lingkungan (PJL) dan peningkatan jalan lingkungan (Paving Blok).
“Untuk focus di 4 hal. Namun, bisa disesuaikan dengan hasil rapat Musling dan MLK,” ujarnya.
Ia menyatakan, untuk penambahan embangunan ioliar 4 kebutuhan tersebut, sebenarnya Pokmas masih boleh mengerjakan.
Namun, hanya beberapa yang diperbolehkan yakni balai warga, pakar makam dan Posyandu.
“Untuk rehab masjid dipindahkan ke Kesra. Lalu untuk Gapura dihapuskan karena dinilai kurang skala prioritas yang bisa dinikmati masyarakat langsung,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Forum Pokmas Kota Cilegon Eka Sartika membenarkan adanya kabar tersebut jika program Salira atau Saban Juare hanya berkisar sekitar 40 persen saja.
BACA JUGA: Fraksi Gerindra DPRD Kota Cilegon Diminta Tetap Kritis, Pejabat Eksekutif Jangan Baper
“Sepertinya sama seperti sebelumnya hanya 40 persen saja,” jelasnya.***















