BANTENRAYA.COM – Calon direksi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRS CM) akan diuji 7 materi saat Uji Kelayakan dan Kepatuhan (UKK).
Di mana 7 materi dalam tes UKK calon direksi BPRS CM itu yakni pengalaman, keahlian, kepemimpinan, integritas dan etika, pemahaman terhadap Pemerintah Daerah, dedikasi dan kemauan kuat serta inovasi dan kreativitas.
Diketahui, saat ini proses seleksi calon direksi BPRS CM tengah memasuki tahapan psikotes pada Selasa 22 Juli 2025.
Baca Juga: Tak Mau Diajak Hubungan Suami Istri, Pria Asal Kabupaten Serang Sebar Video Tak Senonoh
Sementara untuk UKK sendiri akan dilakukan pada Rabu 23 Juli 2025.
Anggota Panitia Seleksi (Pansel) Calon Direksi BPRS CM Syaeful Bahri menjelaskan, akan ada 7 poin yang diuji kepada calon direksi saat wawancara UKK. 7 tersebut akan dieksplorasi dan dinilai secara objektif oleh penguji.
“Khusus soal inovasi dan krativitas itu untuk kandidat direktur utama. Sementara calon direktur oprasional dan kepatuhan 6 poin saja yang akan diuji,” katanya, Selasa (22/7).
Baca Juga: Nonton Drakor The Defects Episode 2 Sub Indo: Usaha A Hyeon dan So Mi Lawan Jung Hyun
Syaeful menambahkan, pada saat UKK yang akan dilakukan Rabu 23 Juli 2025, para calon direksi juga diminta membuat makalah langasung tentang masalah dan solusi yang harus dihadapi BPRS CM kedepan.
“Itu akan disiapka kertas kosong dan alat tulis. Jadi langsung di lokasi ujian membuat makalahnya. Itu nanti akan dilihat sejauh mana penguasaanya dan pengalaman mereka di bidang perbankan syariah dan terutama karena mereka juga punya sertifikat manajemen risiko,” ujarnya.
Untuk tes psikologis yang dilakukan, lanjut Syaeful, semuanya calon hadir di kantor BPRS CM untuk ikut tes.
“Hadir semuanya, tinggal besok UKK di salah satu hotel,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt Asisten Daerah (Asda) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra mengungkapkan, dalam wawancara nanti juga akan langsung dilakukan Walikota Cilegon Robinsar.
“Akan ada jadwal langsung dengan Pak Wali. Jadi tentu Pak Wali juga ingin mengukur kemampuan dengan memberikan wawancara secara langsung,” ungkapnya.
Aziz menyatakan, dengan proses seleksi yang sudah sangat ketat diharapkan bisa terpilih calon direksi yang benar-benar bisa mengelola BPRS CM, sehingga nantinya selain mengatasi masalah sekaligus menghasilkan keuntungan berupa deviden untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Tentu harapannya bisa menjadikan BPRS untung dan memberikan deviden untuk pendapatan daerah,” pungkasnya.***


















