BANTENRAYA.COM – DKM Mushala Nurul Yakin, Kampung Cibadul, Sumur Gadung, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang mengadakan pelatihan hisab rukyat pada Jumat, 27 Februari 2026 malam.
Acara pelatihan hisab rukyat itu digelar untuk mengisi bulan suci Ramadan.
Sekertaris DKM Mushala Nurul Yakin Drs Harun Arrasyid mengatakan, kegiatan pelatihan ini digelar dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang positif.
“Kegiatan ini untuk berbagi ilmu dan pengalaman berkaitan dengan hisab rakyat,” katanya.
Kegiatan tersebut, kata dia, akan dilaksanakan selama tiga pekan selama Ramadan.
BACA JUGA: Contoh Undangan Bukber Ramadan 2026, Cocok untuk Dibagikan di Grup WhatsApp!
“Tiga pekan, tanggal 27 malam ini, tanggal tujuh Maret dan 14 Maret, karena pekan kermpat bulan Maret sudah Lebaran,” ungkapnya.
Ia berharap, para peserta belajar dan bisa mengaplikasikan ilmu yang dipelajari dari narasumber.
“Mudah-mudahan kita dikasi kesehatan sehingga mengikuti kegiatan ini sampai akhir,” katanya.
Pemateri, Muhamad Nurdin mengungkapkan, ada tiga materi yang akan dipelajari dalam pelatihan tersebut, diantara mengukur dan mengkalibarasi arah kiblat, penghitungan waktu salat, dan lainnya.
Kata dia, pelatihan tersebut sangat penting agar mengetahui arah salatnya sudah sesuai arah kiblat atau belum.
“Malam ini kita belajar menentukan arah kiblat. Pelatihan ini penting, karena beda sedikit saja arah koordinatnya melencengnya sangat jauh dari Ka’bah,” katanya.
Dukatakan, untuk menentukan arah kiblat ada tiga cara, diantaranya menggunakan Google Earth, Moon Calc, Sun Calc, dan Scientic Calculator.
Ia menjelaskan, untuk menentukan arah kiblat menggunakan google earth menggunakan aplikasi google earth yang ada di smartphone.
“Cara penggunannya cukup mudah, tekan lokasi masjid atau rumah kita hingga keluar titik koordinatnya, lalu tarik ke arah ka’bah. Dari situ, kelihatan arah kiblatnya lurus atau miring dengan bangunan masjid atau rumah kita,” jelasnya.
Sedangkan mengukur arah kiblat menggunakan Sun Calc atau cahaya matahari, yakni dengan mengukur arah bayangan suatu benda dengan posisi berdiri sebelum dan sesudah pukul 12 siang.
BACA JUGA: MBG Ramadan di Lebak Tuai Banyak Keluhan: Memang Cukup untuk Gizi Anak?
Caranya, kata dia, ujung bayangan benda sebelum pukul 12 siang yang sudah ditandai dengan titik ditarik garis lurus dengan ujung bayangan benda setrlah pukul 12 siang.
Kemudian, lanjut dia, diukur dengan busur, dan posisikan garis lurus itu di angka 270 derajat.
“Cari 295 derajat, itu arah kiblatnya. Untuk daerah Banten, titik koordinat ke arah Kabah 295 derajat,” ungkapan.
Sementara untuk menentukan arah kiblat dengan scientic calculator caranya adalah dengan rumus menggunakan kalkulator yang sudah ada cos sinus.
Caranya, lanjut dia, cari titik koordinat rumah atau masjid kita di google earth atau di google maps.
Setelah keluar angka koordinatnya masukkan ke rumasnya, yakni Tan Ka’bah = Sin (bujur tempat – bujur Ka’bah) : (Cos lintang tempat X Tan lintang Ka’bah – Sin lintang tempat X Cos (bujur tempat – bujur Ka’bah)).
BACA JUGA: Cek 5 Rekomendasi Ide Kegiatan Bulan Suci Ramadan 2026 di Sekolah, Dijamin Menarik dan Bermanfaat
“Rumusnya Tan Ka’bah sama dengan Sin dalam kurung titik bujur tempat dikurangi bujur Ka’bah kurung tutup dibagi dalam kurung Cos titik kordinat lintang tempat dikali Tan titik lintang Ka’bah dikurangi Sin titik lintang tempat dikali Cos dalam kurung titik tempat dikurangi titik bujur Ka’bah dalam kurung dua,” jelasnya.***



















