BANTENRAYA.COM – Bangunan Jembatan Cikoter penghubung dua desa di Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, ambruk. Jembatan akses warga dua desa, yakni Desa Jiput dan Desa Salapraya untuk sementara tidak bisa dilintasi kendaraan.
Unung, warga Desa Jiput mengatakan, setiap hari melintasi Jembatan Cikoter, namun akibat bangunan jembatan ambruk, sehingga harus jalan kaki saat melintasi jembatan tersebut.
“Biasanya kalau lewat situ (jembatan-red) suka bawa motor, tapi karena gak bisa lewat, terpaksa harus jalan kaki,” kata Unung, Minggu (1/3).
Dia berharap, jembatan yang ambruk di desanya mendapatkan perbaikan, karena ambruknya jembatan berdampak kepada transportasi, dan aktivitas warga. “Harapannya mah semoga cepat dibangun lagi, biar bisa lewat bawa motor,” harapnya.
Penjabat Kepala Desa Jiput, Kecamatan Jiput, Udin Jamal mengatakan, ambruknya Jembatan Cikoter akibat bangunan pondasi tidak kuat menahan derasnya aliran air Irigasi Cikoter. Dipastikan, tidak ada korban jiwa pada peristiwa ambruknya jembatan tersebut.
BACA JUGA : Warga Binaan Pandeglang Galakkan Khatam Al-Quran di Bulan Ramadan
“Panjang jembatan yang ambruk sekitar 6 meter. Penyebabnya karena bawah bangunan jembatan, mungkin karena air. Alhamdulillah tidak ada korban,” katanya.
Untuk sementara, kata Udin, pihak desa sudah memasang imbauan di lokasi jembatan agar warga tidak melintas, karena khawatir menyebabkan korban jiwa.
“Sudah kami pasang imbauan. Untuk pejalan kaki masih bisa melintas, tapi untuk kendaraan motor maupun mobil tidak bisa, harus lewat jalan lain,” ujarnya.
Dia menerangkan, jembatan yang ambruk sudah dilakukan peninjauan, bahkan sudah dilaporkan kepada Kecamatan Jiput untuk diusulkan kepada pemerintah daerah.
“Sudah kami cek. Saya berharap dinas terkait agar menindak lanjuti untuk segera melakukan penanganan perbaikan, agar jembatan di desa kami dapat kembali dilalui,” terangnya.
Camat Jiput, Ade Juliansah mengatakan, sudah menerima laporan Jembatan Cikoter ambruk. Meski perbaikan jembatan tersebut menjadi kewenangan desa, pihaknya akan mengusulkan kepada dinas terkait agar mendapatkan bantuan perbaikan.
BACA JUGA : Ribuan Kerajinan Pandan Kualitas Ekspor di Pandeglang Menumpuk, Pengrajin Minta Bantuan BI Banten
“Untuk kewenangan pembangunan jembatan ini merupakan kewenangan pemerintah desa. Tapi saya juga sudah berkoordinasi dengan DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang), dan akan segera ditinjau untuk diperbaiki,” katanya. (***)
















