BANTENRAYA.COM – Pada triwulan 1 tahun 2025 telah terdapat sebanyak 5,916 warga Kota Cilegon yang terpapar penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di Kota Cilegon.
Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kota Cilegon Tatang Priatna mengatakan, terdapat 2 jenis Ispa yang dialami oleh warga Cilegon yakni Ispa Pneumonia dan Ispa bukan Pneumonia.
Keduanya memiliki keluhan gejala yang berbeda, dan jangka waktu penyembuhannya.
“Ispa bukan pneumonia keluhannya seperti batuk pilek, gatal tenggorokan tapi tidak sampai sesak, paling lama satu minggu selesai. Kalau Ispa pneumonia sampai sesak, demam, pakai alat bantu napas, dan perlu dirawat,” kata Tatang kepada Banten Raya, Selasa 6 Mei 2025.
Kata dia, Ispa banyaknya dialami oleh balita berumur nol sampai 5 tahun yang antibodinya masih belum sempurna. Namun tak hanya balita, tapi semua usia bisa terkena penyakit tersebut.
Baca Juga: PLN Sesumbar akan Bangun Kabel Bawah Laut ke Dua Pulau di Banten
Berdasarkan data Dinkes Kota Cilegon sampai bulan Maret tahun 2025, Ispa bukan pneumonia sebanyak 5,283 orang, sedangkan Ispa pneumonia sebanyak 633 orang.
Ispa pneumonia banyak terjadi di Kecamatan Purwakarta sebanyak 70 orang, sedangkan Ispa bukan pneumonia banyak terjadi di Kecamatan Cibeber sebanyak 646 orang.
“Ispa ini penyakit yang mudah menular tapi mudah sembuh juga. Biasanya terjadi karena cuaca yang tidak menentu, dan di Cilegon ini kota industri berpengaruh dari polusi udara, ada juga karena merokok atau asapnya,” jelasnya.
Sementara itu, Program Ispa pada Dinkes Kota Cilegon Ahyanah berharap, penyakit Ispa di Kota Cilegon sampai akhir tahun 2025 nanti mengalami penurunan.
“Kalau melihat dari data sepertinya menurun, karena ini masih di Triwulan 1. Dan ini kan masih berjalan ya, semoga sampai akhir tahun 2025 akan turun ya kasus Ispa nya,” harapnya.
Ia juga turut mengajak kepada masyarakat Kota Cilegon untuk menerapkan pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Baca Juga: Cari Pakaian Trifting di Kota Serang Mulai dari Rp5.000 an
“Terapkan pencegahannya melalui PHBS, rajin memakai masker meskipun pandemi sudah selesai, rajin berolahraga, dan jangan dekat dengan orang yang merokok atau kurangi rokok,” pungkasnya. (***)

















