BANTENRAYA.COM – Para pedagang Pasar Blok F mengeluhkan suasana dan kondisi pasar yang sepi hingga tak bisa membayar sewa kiosnya.
Nasib penjual pakaian di Pasar Blok F mengaku telah berjualan di kios pasar tersebut selama lebih dari 10 tahun, dan kini mengeluhkan kondisi pasar yang sepi pembeli.
“Semenjak selesai Covid sampai sekarang ini sepi pembelinya, satu hari bahkan satu minggu aja belum tentu ada yang beli barang-barang di kios pasar yang di dalam kaya kita gini,” kata Nasir kepada Banten Raya saat ditemui di kiosnya, Kamis 1 Mei 2025.
Imbas dari sepi pembeli, dirinya mengaku kerap kali tak bisa membayar sewa kios kepada pihak UPTD Pasar Blok F.
“Mau gimana lagi kadang saya dan pedagang lainnya bahkan ga bisa bayar sewa kiosnya karena memang tidak ada yang beli ke sini,” ucapnya.
Baca Juga: GRATIS! 13 Link Twibbon Hardiknas 2025 Desain Keren Serta Kekinian, Cocok Dibagikan di Media Sosial
Untuk sewa kios di Pasar Blok F pada lantai 1 sebesar Rp 450 ribu dalam satu tahun, sedangkan kios lantai 2 sewanya sebesar Rp 600 ribu perbulan.
Terpantau di lapangan, kios di Pasar Blok F lebih ramai disewa oleh para pedagang di lantai 1.
“Di lantai 2 kosong ga ada penjualnya, ya mau gimana harganya lumayan juga mahal. Kita juga yang Rp 450 ribu setahun untuk nyicilnya aja jarang ke bayar karena sepi,” ungkapnya.
Selain itu, Yuni penjual bahan dapur menyampaikan, keuntungan berjualan di Pasar Blok F sangat kecil terutama untuk membayar kiosnya.
Menurutnya, sejumlah pedagang banyak yang mengeluhkan kondisi Pasar Blok F tersebut yang sepi dari pengunjung.
Kata dia, banyaknya penjual di luar pasar membuat para penjual yang berada di dalam pasar tak ada pengunjung.
Baca Juga: Sampah di Pasar Labuan Menumpuk, Bupati Dewi Turun Tangan Bakal Pasang CCTV
“Banyaknya beli di area luar pasar, jadi pada jarang masuk beli ke dalam pasarnya gini. Mungkin kalau di luar juga ga ada sewa parkirnya,” jelasnya.
Meskipun pada perayaan hari besar, jumlah pembeli di Pasar Blok F tak naik secara signifikan seperti ramainya pembeli di Pasar Kranggot Cilegon.
“Ya mau hari raya atau hari besar apapun itu di sini sepi, naik jumlah pembeli paling 30 persen aja. Kalau di Pasar Kranggot kan sampai macet banget, di sini biasa aja,” ujarnya.
Ia berharp Pemkot Clilegon tahun 2025 ini dapat membuat gebrakan baru untuk menumbuhkan omzet para pedagang di Pasar Blok F Cilegon.
“Memang kita terus berharap supaya ada perubahan jumlah pembeli yang datang ke sini, tapi sama saja seperti ini. Banyak barang yang belum laku, omzet ga dapat,” pungkasnya. (***)

















