BANTENRAYA.COM – Para pejabat meminta pimpinan dalam hal ini Walikota Cilegon Robinsar dan Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo jangan terlalu banyak agenda non budgeter.
Hal itu, akan membuat pejabat kewalahan dalam menyiapkan program-program tersebut.
Beberapa agenda non budgeter sendiri misalnya yang sudah dilakukan mudik gratis, atau nantinya acara pimpinan berkeliling ke masyarakat.
Kondisi tersebut pada akhirnya harus mengeluarkan anggaran operasional yang sebenarnya tidak terdapat dalam program.
“Kami berharap tidak terlalu banyak agenda non program yang dijalankan. Hal itu akan sangat memberatkan,” jelasnya salah satu pejabat yang enggan disebutkan Namanya, Jumat 11 April 2025.
Baca Juga: 662 Warga Lebak Ajukan Pembuatan Kartu Kuning Pasca Lebaran
Biaya operasional, jelasnya, pasti akan dikeluarkan dalam setiap acara. Padahal, tidak dianggarkan dalam APBD atau menjadi program.
“Mengumpulkan masyarakat itu butuh makan dan minum. Kalau tidak teranggarkan harus nombok. Belum lagi sekarang sudah tidak ada transport dalam setiap acara program,” ucapnya.
Ia mengatakan, siapapun pejabat yang mendapatkan agenda program non budgeter, tertentu tidak ingin acaranya gagal. Namun, disisi lain butuh anggaran puluhan juga yang disiapkan.
“Justru akan semakin membebani birokrasi. Jangan bebani lagi diluar program prioritas yang sudah ditentukan,” tegasnya.
Salah satu program terbaru yang akan berjalan yakni Robinsar dan Fajar akan berkeliling ke kelurahan dan kecamatan. Hal itu akan juga menjadi beban biaya yang tidak ada anggaran resmi.
“Berkumpulnya kita hari ini ingin melihat kondisi langsung masyarakat di tiap kelurahan. Kami ingin membangun Kota Cilegon dari desa, dari bawah, berdasarkan kebutuhan lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Robinsar menjelaskan, dengan turun langsung mendengarkan dari RT dan RW, pihaknya akan melakukan pendataan lebih akurat berbagai kebutuhan masyarakat.
“Selama ini kunjungan kami terfokus pada titik banjir, titik jalan rusak, titik lampu gelap, titik sampah. Sekarang, kita ingin mendengar lebih luas. Pendataan ini akan menjadi acuan kami untuk lima tahun ke depan,” tuturnya.
Di sisi lain, Robinsar ingin camat dan lurah serius dalam bekerja dan turun ke masyarakat, sehingga setiap permasalahan bisa hadir dan menyelesaikannya.
“Tupoksi camat dan lurah sangat vital. Saya minta untuk menjaga marwah, hadir dan aktif di masyarakat, serta memberikan pelayanan sebaik-baiknya. Data yang dikumpulkan harus detail dan tepat sasaran,” ujarnya. ***

















