BANTEN RAYA.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon dengan guru honorer madrasah bersatu bersama meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon segera mencairkan pembayaran guru honorer madrasah tahun 2024 dan tahun 2025.
Ratusan guru honorer madrasah juga turut mendatangi gedung DPRD Cilegon kembali meminta kejelasan kebijakan pembayaran honor yang belum terbayarkan pada tahun 2024 dan tahun awal 2025, Senin 10 Februari 2025.
Komisi 2 DPRD Kota Cilegon Fauzi Desviandy mengatakan, pihaknya akan memastikan para guru honorer madrasah akan menerima pembayaran honornya pada triwulan ke 4 di bulan Oktober, November, dan Desember 2024 lalu.
“Kami dari DPRD Cilegon satu frame satu tujuan dengan guru honorer madrasah siap mengawal Pemkot untuk segera membayar hak honor para guru honorer madrasah,” kata Fauzi Kepada Banten Raya, Senin (10/2).
Menurutnya, hasil hearing DPRD Cilegon bersama guru honorer madrasah dengan Pemkot Cilegon saat ini tengah menunggu rekomendasi dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).
Baca Juga: 78,61 Persen Perusahaan Konstruksi di Banten Berskala Kecil
Namun, Pemkot Cilegon akan segera membayarkan honor untuk Januari sampai Februari 2025, dan akan membayar honor pada setiap bulan.
“Harapan kita pembayaran untuk guru honorer madrasah ini tidak lama, kita maunya secepatnya dibayar. Kita juga harapkan honor 2024 yang belum dibayar itu segera dibayarkan juga,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Pemkot Cilegon Rahmatullah mengungkapkan, pihaknya tengah menganggarkan pembayaran honor triwulan ke 4 sebesar Rp 8 miliar.
“Sudah kami anggaran Rp 8 miliar, tapi belum bisa memastikan dibayarnya itu kapan. Saat ini masih menunggu,” ungkapnya.
Namun, untuk honor guru honorer madrasah
pada 2025, kata dia, Pemkot Cilegon telah menganggarkan sebesar Rp 33,181 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon.
Baca Juga: UKM Mapelba Uniba Lakukan Diklatsar, Proses Karantina Anggota Baru
“Insyaallah kami usahakan untuk rutin membayar honornya dari anggaran yang sudah disiapkan selama satu tahun sebesar Rp 33,181 miliar,” pungkasnya. (***)

















