BANTENRAYA.COM – Adanya dua organisasi atau dua kubu yang menaungi RT dan RW yaitu Forum Komunikasi RT dan RW Kota Cilegon (Foker C) serta yang terbaru yakni Paguyuban RT dan RW dinilai tidak memiliki kaitan dengan kelurahan dan programnya.
Hal itu karena dua organisasi itu, baik Foker C dan Paguyuban RT RW bersifat tersendiri atau tidak terstruktur langsung dengan pemerintah kelurahan.
Salah satu Lurah di Kecamatan Cibeber yang enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa pihak kelurahan tidak ada urusan soal Foker C atau paguyuban RT RW.
Baca Juga: Bertajuk Friends and Family, Eiger Tawarkan Promo Up To 50 Persen
Sebab, organisasi yang dinaungi itu kepengurusan RT dan RW-nya secara langsung bukan forum atau paguyuban.
“Yang langsung berkaitan itu RT dan RW-nya. Tapi kalau forum dan paguyuban kami tidak ada urusan. Mereka independen,” katanya kepada bantenRaya.com, Selasa 5 Oktober 2021.
Pria tersebut menyampaikan jika program program kelurahan tidak akan terpengaruh dengan kehadiran organisasi tersebut. Sebab yang menjadi target program adalah pengurus RT dan RW, bukan organisasinya
Baca Juga: Mundur dari Jabatan Sekda Banten, Al Muktabar Kini jadi Staf Biasa di BKD
“Tetap jalan, sebab tidak akan terpengaruh,” imbuhnya.
Diketahui sebelumnya jika selain Foker C saat ini ada Paguyuban RT dan RW yang dibuat sebagian ketua RT dan RW di Kota Cilegon.
Paguyuban muncul usai adanya penilaian jika Foker C tidak transparan dan tidak mampu memgomunikasikan dan merealisasikan berbagai kepentingan dan kebutuhan RT dan RW.
Baca Juga: Juragan SPBU Shell Cilegon: BBM Shell Juga Bisa Buat Ojol, Lebih Hemat!
Termasuk soal honor RT dan RW yang masih belum merata pembagiannya. Bahkan, ada RT dan RW yang sampai 3 bulan tidak menerima honor. ***

















