BANTENRAYA.COM – Kelompok 68 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (Uniba), berhasil menunjukkan komitmen mereka dalam pemberdayaan masyarakat melalui implementasi teknologi tepat guna di Desa Bojong Pandan.
Mereka memperkenalkan metode penanaman jagung menggunakan media pipa PVC, sebuah implementasi yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, dan hasil pertanian di daerah tersebut.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKM ini berfokus pada pemanfaatan lahan secara optimal, dan pengenalan teknik budidaya modern kepada para petani. Penggunaan alat ini terbukti efektif memangkas waktu dan biaya pemupukan.
Baca Juga: 21 Perda Belum Miliki Pergub, Biro Hukum Setda Banten Minta OPD Gercep
Berdasarkan data yang dihimpun, efisiensi waktu mencapai 60 persen dibandingkan metode manual.
Petani kini dapat melakukan pemupukan sendiri dengan lebih cepat dan merata, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja tambahan.
Lebih lanjut, program ini juga memberikan dampak positif pada lingkungan. Pemupukan yang lebih merata dan efisien dapat meminimalisir pemborosan pupuk dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Baca Juga: Bayar Pajak Kendaraan Kini Bisa Dicicil di Bank Banten
“Saya menilai bahwa inovasi penanaman jagung menggunakan pipa PVC merupakan bentuk nyata, dari penerapan teknologi tepat guna yang sangat relevan dengan kebutuhan petani di lapangan. Metode ini tidak hanya meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga dalam proses tanam, tetapi juga membantu menjaga konsistensi jarak tanam yang berpengaruh pada hasil panen” ujar Ita Rosita, Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 68 KKM Uniba, kemarin.
Senada disampaikan koordinator bidang teknologi tepat guna Indra Kelompok 68 KKM Uniba juga mengatakan, pihaknya melihat potensi yang ada, sehingga cocok untuk menggunakan teknologi ini.
“Kami melihat potensi besar dalam penerapan teknologi ini. Selain efisien, penanaman jagung dengan PVC juga ramah lingkungan dan dapat diaplikasikan di area sempit sekalipun,” ujarnya.
Baca Juga: 17 Ribu Siswa di Banten Dapat PIP Dikdasmen tapi Dana Tak Bisa Cair Sekaligus
Sementara itu, Osssy yang juga koordinator bidang teknologi tepat guna menyampaikan, pihaknya mengajarkan mulai dari proses persiapan media tanam, dan cara menggunakan alat PVC.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari partisipasi aktif mereka dalam setiap sesi pelatihan.
Nuryati, pemilik lahan pertanian jagung di lokasi KKM menyambut baik program yang dicanangkan oleh Kelompok 68 KKM Uniba.
Baca Juga: Sempat Padam Pasca DKB Bubar, Andra Soni Hidupkan Lagi Kesenian di Gedung Negara
“Saya sangat mendukung inovasi teknologi seperti ini. Penanaman jagung dengan pipa PVC menunjukkan bahwa masyarakat desa kita mampu berinovasi untuk mempermudah pekerjaan mereka, imbuhnya. ***















