BANTENRAYA.COM – Kelompok 46 Kuliah Kerja Mahasiswa atau KKM Universitas Bina Bangsa atau Uniba mengkapanyekan budaya membaca di Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.
Ketua Kelompok 46 KKM Uniba Muhamad Rizki Febrianto menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan oleh bidang pendidikan dan keterampilan lanjutan.
Kegiatan ini berisi sosialisasi literasi bersama Perpustakaan Keliling Kota Cilegon dan Cilegon Membaca Nyaring.
Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan di kelurahan Kepuh terhadap siswa SDN yang ada di lingkungan Kelurahan Kepuh.
Dijelaskan Rizki, perpustakaan keliling merupakan perpustakaan yang melayani penduduk dengan cara langsung hadir atau mendatangi tempat tinggal atau tempat masyarakat beraktivitas.
“Diantara manfaat perpustakaan keliling, adalah untuk mengatasi kesenjangan informasi. Perpustakaan keliling merupakan salah satu perangkat penyelenggaraan Pendidikan non formal yang berupaya untuk ikut mencerdaskan bangsa sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945,” ujarnya.
“Adapun, ciri-ciri perpustakaan keliling antara lain adalah, bergerak, ada pengguna, ada bahan pustaka, memberikan jasa dan tidak terjangkau dan menggunakan kendaraan,” sambungnya.
Di lokasi yang sama, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Kelompok 46 KKM Uniba Fatari menyampaikan, secara sederhana dapat disimpulkan bahwa perpustakaan keliling adalah perpustakaan yang bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya, dengan dengan menggunakan kendaraan dan membawa bahan pustaka serta memberikan layanan jasa perpustakaan kepada pengguna di daerah yang tidak terjangkau oleh perpustakaan umum.
Baca Juga: Kelompok 64 dan 68 KKM Uniba Gelar Seminar di MTs Al-Hidayah Cibadak
“Kegiatan pusling ini dilaksanakan oleh peserta KKM 46 Kepuh Ciwandan dengan bekerjasama dengan para dewan guru dan siswa SDN di lingkungan Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon,” ungkapnya.
Dari kegiatan Perpustakaan Keliling ini, lanjutnya, diharapkan para siswa dapat memahami literasi secara berkelanjutan dan menjadi budaya membaca yang baik.
“Sehingga pada saat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, para siswa sudah memiliki kebiasaan membara. Lebih bagus lagi diselaraskan dengan perkembangan teknologi yaitu litersai digital,” tutup Fatari.***















