BANTENRAYA.COM – Sebanyak 29 alat elektronik berupa 27 unit cromebook dan 2 laptop milik SDN 1 Anyer, Kabupaten Serang hilang usai digondol maling pada Sabtu, 1 Februari 2025 malam.
Aksi tindak pidana pencurian tersebut mengakibatkan pihak sekolah mengalami kerugian sekitar Rp90 juta.
Kapolsek Anyer Iptu Iwan Sofyan mengatakan, diduga tindak pidana pencurian tersebut diduga dilakukan pada malam hari kemudian saat kondisi sedang sepi.
“Untuk Kronologinya pada malam Sabtu kemarin terjadi tindak pidana pencurian terhadap barang sebanyak 27 unit cromebook X1 Mini Merk SPC Warna Hitam, dan 2 unit Laptop Merk ASUS,” ujarnya, Minggu, 2 Februari 2025.
Baca Juga: Fatwa MUI Soal Mengucapkan dan Merayakan Hari Valentine, Masih Mau Ikut-ikutan Biar Dibilang Eksis?
Ia menjelaskan, barang-barang tersebut awalnya berada di ruangan kantor Guru SD Negeri 1 Anyar yang sudah terkunci dengan rapat dari luar menggunakan gembok.
“Ketahuannya sekitar pukul 06.00 WIB oleh Suryadi selalu penjaga sekolah, pada saat dirinya melakukan rutinitas datang ke sekolah. Saat hendak membuka semua pintu dan dia melihat pintu ruangan guru sekolah dalam keadaan terbuka,” katanya.
Iwan menuturkan, setelah mengecek pintu ruangan guru sekolah ternyata saksi melihat kunci pintu dalam keadaan rusak serta terdapat bekas congkelan dan langsung masuk ke dalam ruangan guru.
“Ketika sudah masuk saksi melihat lemari tempat penyimpanan barang inventaris sekolah dalam keadaan terbuka, serta kotak boks Cromebook berserakan di atas lantai. Kemudian saksi menghubungi Kepala Sekolah (Asep Iskandar),” tuturnya.
Baca Juga: Isi Dalil Tentang Keharaman Merayakan Hari Valentine, Jangan Terbawa Sekadat Ikut Tren Alias Fomo
Tidak lama kemudian Asep Iskandar langsung datang ke sekolah untuk melihat kejadian tersebut dan setelah di periksa ada puluhan barang yang hilang.
“Kepala Sekolah datang ke Kantor Polsek Anyar untuk melaporkan kejadian pencurian yang di alami sekolah SD Negeri 1 Anyar. Kemudian anggota kita langsung menuju ke TKP (tempat kejadian perkara),” paparnya.
Iwan mengungkapkan, dengan adanya kejadian tersebut pihak sekolah dipastikan mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp90 juta rupiah.
“Kita masih terus melakukan penyelidikan dan olah TKP dan masih mencari barang bukti. Kerugian juga lumayan besar yakni sebesar Rp90 juta rupiah,” tuturnya.***



















