BANTENRAYA.COM – Inilah informasi seputar 5 fakta menarik serial Gadis Kretek yang nomor 3 mengangkat perjuangan wanita.
Serial Gadis Kretek tayang secara resmi di Netflix pada tanggal 2 November 2023 dan bisa anda tonton sekarang.
Gadis Kretek disutradarai oleh Kamila Andini dan Ifa Isfansyah.
Jalan cerita Gadis Kretek alias Cigarette Girl diadaptasi dari novel populer yang berjudul sama karya Ratih Kumala.
Penasaran dengan 5 fakta menarik serial Gadis Kretek yang nomor 3 mengangkat perjuangan wanita? Simak artikel ini sampai selesai.
Dikutip Bantenraya.com dari berbagai sumber, berikut ini adalah 5 fakta menarik serial Gadis Kretek yang nomor 3 mengangkat perjuangan wanita:
1. Kamila Andini mengakui bahwa dia terpesona dengan karakter Jeng Yah.
Dalam konferensi pers, Kamila Andini mengungkapkan ketertarikannya terhadap karakter Dasiyah alias Jeng Yah yang diciptakan oleh penulis novel tersebut.
Kamila mengungkapkan bahwa saat membaca novel tersebut, dia sangat terkesan dengan karakter Jeng Yah.
Dia terpesona oleh semangat Jeng Yah yang lebih maju dari zamannya.
Karakter Jeng Yah harus melewati banyak perjalanan dan kejadian tak terduga.
Kamila berharap bahwa semangat perempuan seperti Jeng Yah bisa menjadi inspirasi bagi perempuan zaman sekarang.
2. Cerita serial Gadis Kretek berlatar antara dua masa.
Serial Gadis Kretek menggambarkan dua cerita yang terhubung antara masa lalu dan masa sekarang.
Tokoh Dasiyah (diperankan oleh Dian Sastrowardoyo) berjuang melawan tradisi pada tahun 1960-an untuk mewujudkan impian dan cinta bersama Soeraja (diperankan oleh Ario Bayu).
Sementara itu, karakter Arum (diperankan oleh Putri Marino) dan Lebas (diperankan oleh Arya Saloka) terjadi pada awal tahun 2000-an.
Pertemuan Arum dan Lebas memiliki alasan tersendiri, mereka ditakdirkan untuk mengungkap rahasia yang tersembunyi selama ini.
Peristiwa sejarah dan lika-liku hidup mereka memberikan dampak besar yang mempengaruhi nasib mereka.
3. Serial Gadis Kretek menyoroti perjuangan wanita dalam industri rokok kretek.
Serial ini menonjolkan peran wanita dalam industri rokok kretek, yang umumnya didominasi oleh laki-laki.
Tokoh utama, Jeng Yah, sukses dalam bisnis kreteknya.
4. Syuting dilakukan di Museum Kretek, Kudus.
Lokasi syuting serial ini berada di Museum Kretek yang terletak di Kabupaten Kudus.
Museum ini bahkan ditutup sementara selama beberapa hari untuk keperluan syuting Gadis Kretek pada bulan Agustus 2022.
Gadis Kretek adalah salah satu serial Indonesia pertama yang menjadi bagian dari konten asli Netflix.
Diproduksi oleh BASE Entertainment dan Fourcolours Film.
proyek Gadis Kretek telah digarap sejak tahun 2022 dan dapat dinikmati oleh pelanggan Netflix di seluruh dunia.
Itulah tadi 5 fakta menarik serial Gadis Kretek yang nomor 3 mengangkat perjuangan wanita.***



















