BANTENRAYA.COM – Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menilai kinerja Bank Banten menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dalam satu tahun terakhir.
Perbaikan tersebut terlihat dari peningkatan aset hingga kinerja laba, seiring penguatan pengawasan dan pendampingan yang terus dilakukan OJK bersama Pemerintah Provinsi Banten.
Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Kepala OJK Provinsi Banten, Adi Dharma, saat mendampingi kunjungan Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi, ke Gubernur Banten Andra Soni di Pendopo Lama Gubernur Banten, Kota Serang, Senin, 19 Januari 2026.
Adi mengungkapkan, aset Bank Banten mengalami pertumbuhan signifikan.
Jika pada 2024 aset bank daerah tersebut berada di kisaran Rp7 triliun, kini nilainya telah meningkat menjadi sekitar Rp10,5 triliun. Selain itu, Bank Banten juga berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp61,3 miliar.
BACA JUGA: Jelang RUPS, Saham Bank Banten Melesat 30 Persen
“Secara umum kondisinya tumbuh positif. Ini menunjukkan transformasi yang dilakukan Bank Banten mulai membuahkan hasil,” ujar Adi.
Ia menambahkan, penguatan kinerja Bank Banten masih berpotensi berlanjut, terutama dengan rencana pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dari tiga kabupaten/kota di Banten ke Bank Banten.
Langkah tersebut diyakini akan semakin memperkuat likuiditas dan peran Bank Banten sebagai bank pembangunan daerah.
“Dengan kembalinya RKUD, tentu akan berdampak baik terhadap kinerja dan kapasitas Bank Banten ke depan,” katanya.
Sementara itu, Anggota Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa OJK akan terus memperkuat pengawasan terhadap Bank Banten sesuai dengan mandat undang-undang.
BACA JUGA: Minta Pindahkan RKUD ke Bank Banten, Pemprov Terus Goda Pemda Tangerang Raya
Selain aspek kesehatan bank, OJK juga mendorong peran Bank Banten dalam mendukung akses keuangan masyarakat.
“Kami berdiskusi cukup produktif, terutama terkait pengawasan bank daerah dan bagaimana Bank Banten bisa lebih berkontribusi dalam memperluas inklusi keuangan,” kata Friderica.
Menurutnya, OJK bersama Pemprov Banten tengah mendorong berbagai program pembiayaan yang dapat menjangkau masyarakat kecil, khususnya nelayan dan petani, agar terhindar dari praktik rentenir, pinjaman online ilegal, hingga judi online.
“Kami ingin memajukan kesejahteraan masyarakat, memajukan ekonominya melalui sinergi kolaborasi potensi yang sangat banyak terutama melalui percepatan akses keuangan daerah. Dimana, di situ bisa kita kembangkan kredit keuangan rentenir yang sangat baik, bagaimana menghadapi pinjaman ilegal yang sangat menyusahkan itu. Banyak sekali yang bisa kita lakukan semua kami lihat sesuai Asta Cita bapak presiden dari pemerintah yang kita lihat sesuai dengan program OJK,” jelasnya.
“Harapan kita agar bisa mengakselerasi program pak gubernur bersama-sama juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
BACA JUGA: Pemkab Pandeglang Diklaim Pindahkan RKUD ke Bank Banten, Kabupaten Serang dan Cilegon Menyusul
Di sisi lain, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan apresiasinya atas pendampingan dan pengawasan yang dilakukan OJK terhadap Bank Banten.
Ia berharap Bank Banten dapat terus tumbuh dan menjadi kebanggaan masyarakat Banten.
“Saya tadi menyampaikan untuk memohon Bank Banten terus dibina dan dikawal, agar benar-benar bisa menjadi bank yang sehat, produktif, dan berkualitas,” ujarnya.
Andra juga menegaskan komitmen Pemprov Banten untuk bersinergi dengan OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di daerah.
Menurutnya, penguatan sektor jasa keuangan menjadi bagian penting dalam mendukung program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Banten.
“Perlahan tapi pasti, kita ingin ada kerja nyata yang dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tandasnya.***



















