BANTENRAYA.COM – Tidak dapat dipungkiri berlangsungnya pandemi hampir mencapai 2 tahun membawa beberapa perubahan.
Salah satu perubahan yang amat terasa di kehidupan saat ini yaitu pecepatan digitalisasi.
Deputi Komisioner Pengawas II merangkap Plt Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bambang Widjanarko mengatakan, percepatan digital mendorong perbankan untuk lebih tanggap memenuhi kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Lanjutan Pertandingan Liga 1, Persita Pincang Lawan Arema
“Fenomena ini merupakan suatu peralihan yang kita namai physical economy menjadi virtual economy. Percepatan digital mendorong industri perbankan bertransformasi untuk dapat lebih tanggap memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini dan dimasa yang akan datang,” kata Bambang dalam paparannya di acara Wall of Fame Digitalisasi Provinsi Banten, Selasa (26/10).
Ia mengungkap, fenomena tersebut ditandai dengan adanya penurunan jumlah kantor cabang.
Namun di sisi yang lain, transaksi secara digital baik melalui SMS banking maupun mobile banking, uang elektronik dan internet banking menunjukkan adanya peningkatan.
Baca Juga: Yayasan Al Baqo Jadi Pusat Pengembangan Pertanian
“Kondisi ini menunjukkan bahwa bank terus berupaya untuk beralih dari proses bisnis yang konvensional dan masih melibatkan physical menjadi proses digital untuk memenuhi harapan masyarakat terutama berkaitan dengan adanya beberapa behaviour saat ini,” ucap Bambang.
Lebih lanjut ia mengatakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen lakukan akselerasi digital dengan mengeluarkan beberapa kebijakan di antaranya mengenai arah perkembangan perbankan Indonesia yang terantum dalam road map pengembangan perbankan.
Kemudian beberapa waktu lalu, pihaknya mengeluarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Bank Umum dan Percepatan Proses Perijinan Produk dan Layanan.
Baca Juga: Astra Serahkan 2 Unit Mobil Vaksinasi Kepada Polres Metro & Kodim Jakarta Utara
“Rangkaian kebijakan tersebut diharapkan menjadi insentif bagi bank untuk bertransformasi dan terus berinovasi dengan semangat agar perbankan Indonesia menjadi lebih berdaya saing, lebih efektif dan tentu saja lebih kontributif di dalam perekonomian nasional,” kata Bambang.***



















