BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bergerak cepat (gercep) dalam mengatasi banjir di sejumlah titik wilayah Kota Serang.
Pemkot Serang langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Waduk Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) selaku yang berwenang menormalisasi sungai yang ada di Kota Serang.
Normalisasi sungai perlu dipercepat menyusul enam kecamatan di Kota Serang dikepung banjir sejak Minggu 11 Januari hingga Senin 12 Januari 2026.
Imbasnya 556 rumah terendam banjir, dan 532 kepala keluarga (KK) atau 1.690 jiwa terdampak, serta 114 jiwa mengungsi.
Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan, penyebab banjir karena luapan air sungai atau kali yang ada di Kota Serang.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan BBWSC3 selaku perantara pemerintah pusat yang berwenang dalam menormalisasi semua sungai yang ada di Kota Serang.
“Mereka wajib tahun ini menormalisasi semua kali mulai dari Ciwaka, Parung, Cibanten, dan lain-lain, karena itu adalah kewenangan mereka, karena sudah puluhan tahun tidak dinormalisasi,” katanya.
BACA JUGA : Kota Serang Dikepung Banjir, 1690 Jiwa Terdampak
Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia usai meninjau banjir di Grand Sutera dan RSUD Kota Serang mengatakan, kondisi pelataran RSUD Kota Serang memang tergenang namun pelayanan kesehatan masih bisa dilakukan.
“Jadi untuk pelayanan segala macam masih bisa dilayani. Hanya cuma nanti mungkin masuknya agak sedikit basah-basah. Tapi Alhamdulillah masih terkondisikan,” ujar Agis, kepada Bantenraya.com.
Untuk penanganan banjir, kata dia, pihaknya sudah menekan kepada RT RW hingga kepala OPD terkait pertama untuk memastikan evakuasi warga terdampak banjir. Kedua, mendirikan dapur umum dan ketiga pelayanan kesehatan.
“Jangka panjangnya normalisasi sungai dan pengerukan. Sungai Parung dan ada beberapa drainase-drainase yang mampet. Ini jangka panjangnya. Konsennya arahan pak wali adalah makan, evakuasi, kesehatan dulu karena mungkin nanti setelah reda baru kita normalisasi jangka panjangnya,” tandasnya. (***)















