BANTENRAYA.COM — Seleksi kepala sekolah yang saat ini sedang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten diduga dikondisikan agar proses seleksinya tidak terendus wartawan. Apalagi, setelah sebelumnya diberitakan ada praktik pengamanan puluhan jabatan kepala sekolah untuk sejumlah kandidat dan dugaan adanya praktik uang dalam proses tersebut.
Informasi yang didapatkan Banten Raya, sejumlah pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten telah menggelar rapat untuk membahas pemberitaan negatif tentang proses seleksi kepala sekolah ini. Bahkan, pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten diperintahkan agar tidak memberikan keterangan apa pun kepada wartawan terkait proses seleksi calon kepala sekolah tersebut.
“Semua dilarang komentar,” ujar sumber Banten Raya yang tidak mau identitasnya diungkapkan, Senin (12/1/2026).
Sumber ini bilang, agar proses seleksi calon kepala sekolah ini tidak bisa dipantau media massa, maka prosesnya akan disembunyikan agar tidak terlacak. Dengan demikian, maka media massa tidak bisa mengikuti proses ini apalagi mengendus adanya kecurangan di dalamnya.
Sumber ini mengingatkan bahwa sebelumnya pada saat Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar memimpin, hal yang seperti ini juga pernah terjadi. Saat itu, proses seleksi calon kepala sekolah juga tiba-tiba lenyap tanpa ada kabar. Lalu pada saat yang tidak terduga, tiba-tiba saja ada pengumuman siapa saja yang diangkat menjadi kepala sekolah.
“Hal yang sama bisa terjadi saat ini,” katanya.
BACA JUGA : 24 Jabatan Kepala Sekolah Masih Banyak Diisi Plt, Pengelolaan Sekolah Bermasalah
Yeremia Mendrofa, anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, yang salah satunya membidangi pendidikan, berharap proses seleksi calon kepala daerah dilakukan dengan transparan, termasuk terbuka kepada media massa. Hal ini juga sesuai dengan visi misi yang dicanangkan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Andra Soni dan Dimyati Natakusumah.
“Tentu kita berharap prosesnya dilakukan secara transparan, dengan moralitas etik birokrasi yang luhur sesuai dengan salah satu bagian misi Pak Gubernur dalam menghasilkan dan membentuk sumber daya manusia kita di Provinsi Banten,” katanya.
Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten transparan dengan proses seleksi ini. Sebab hanya dengan terbuka dan transparan, maka dia yakin akan menghasilkan kepala sekolah-kepala sekolah yang berkualitas yang bisa memberikan banyak perubahan kepada sekolah.
“Dengan proses yang transparan saya yakin akan menghasilkan the right man on the right place”.
Sebelumnya, Yeremia juga menyayangkan apalagi dalam proses seleksi calon kepala sekolah itu tersiar ada permainan, termasuk permainan uang. Menurutnya itu adalah korupsi yang bertentangan dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Andra Soni dan Dimyati Natakusumah.
Karena salah satu bagian visi dari Pak Gubernur adalah tidak korupsi yang mesti dijalankan oleh semua jajaran, dan dunia pendidikan kita akan sulit berbenah. Kita butuh orang-orang yang dengan kompetensi tepat dalam meningkatkan mutu pendidikan, manajerial kuat dalam membenahi berbagai persoalan di lingkungan sekolah, visioner dalam mengelola sekolah dengan penuh inovasi dan ownership kuat.
BACA JUGA : Andra Soni Siapkan Trik Khusus Bumi Hanguskan Perundungan di Sekolah, Semua Kepala Sekolah Wajib Ikut
“Kita menyayangkan kalau ada praktik uang bro, karena salah satu bagian visi dari Pak Gubernur adalah tidak korupsi yang mesti dijalankan oleh semua jajaran, termasuk dindik. Dengan tidak menjalankan visi misi itu, dunia pendidikan kita akan sulit berbenah,” katanya.
Yeremia mengungkapkan, Banten membutuhkan orang-orang yang dengan kompetensi tepat dalam meningkatkan mutu pendidikan, manajerial kuat dalam membenahi berbagai persoalan di lingkungan sekolah, dan visioner dalam mengelola sekolah dengan penuh inovasi dan ownership kuat.
Sementara itu, hingga berita ini dibuat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaludin menanggapi permintaan konfirmasi yang dilayangkan Banten Raya terkait masalah ini. (***)


















