BANTENRAYA.COM – Enam kecamatan di Kota Serang dikepung banjir, Senin 12 Januari 2026. Enam kecamatan itu yakni, Kecamatan Cipocok Jaya, Kecamatan Walantaka, Kecamatan Serang, Kecamatan Kasemen, Kecamatan Taktakan, dan Kecamatan Curug.
Banjir melanda Kota Serang akibat sejumlah kali meluap karena cuaca ekstrem dan diguyur hujan deras yang terjadi sejak, Minggu 11 Januari 2026 hingga Senin 12 Januari 2026.
Banjir juga mengakibatkan 10 rumah rusak, sembilan rumah roboh, satu pesantren rusak, dan enam pohon tumbang di beberapa titik wilayah.
Berdasarkan data yang diperoleh dari BPBD Kota Serang, ada 22 kejadian banjir yang menerjang Kota Serang.
Banjir itu mengakibatkan 556 rumah terendam banjir, dan 532 kepala keluarga (KK) atau 1.690 jiwa terdampak, serta 114 jiwa mengungsi.
Banjir juga mengakibatkan halaman dan lahan parkir rumah sakit umum Daerah (RSUD) Kota Serang terendam banjir.
Pantauan Banten Raya di lokasi banjir di Perumahan Grand Sutera, Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, air warna keruh merendam jalan hingga masuk ke rumah-rumah warga
BACA JUGA : Pasca Banjir Pekan Lalu Belum Usai, 2 Tanggul Sungai Cibeber Cilegon Jebol
Ketinggian air bervariasi, mulai dari betis hingga mendekati lutut orang dewasa.
Banjir di Grand Sutera sudah terjadi tiga kali dalam sebulan. Sepekan sebelumnya Grand Sutera sempat direndam banjir.
Untuk menghindari risiko keselamatan, sebagian warga memilih mengungsi ke rumah orangtuanya, masjid, mushola, terdekat sambil menunggu air surut. Aktivitas warga pun terganggu, termasuk akses keluar masuk permukiman.
Warga Grand Sutera, Sugiyati mengatakan, rumahnya di Blok B4 nomor 21 RT 3 RW 14 terendam banjir sejak kemarin, sehingga tidak bisa melakukan rutinitas rumah tangga sehari-hari.
“Ya sedih soalnya banjir dari kemarin masuk ke rumah, jadinya kan kita mau apa-apa susah, mau kemana susah, mau buang air susah,” ujar Sugiyati, kepada Banten Raya.
Ia mengungapkan, hujan deras yang terjadi sejak kemarin berimbas terhadap meluapnya air kali yang didekat perumahannya.
“Hujan terus air dari kali meluap ke perumahan,” ucap dia.
Sugiyati menyebutkan bahwa banjir yang melanda perumahannya sudah terjadi tiga kali selama sebulan ini.
“Sudah tiga kali. Pertama di bulan Desember, kedua baru Minggu kemarin, yang ketiganya hari ini,” sebutnya.
BACA JUGA : Alfamart Pandeglang Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir
Ia mengaku sejumlah barang-barang berharga miliknya terendam banjir.
“Iya pada ngambang. Yang masih bisa diselamatkan diganjel pakai bata. Kalau berkas sudah diselametin ke atas,” ucap Sugiyati.
Banjir yang semakin tinggi, Sugiyati terpaksa harus mengungsi ke tempat yang aman.
“Sementara mengungsi di Masjid dari pagi tadi,”
Ia berharap pemerintah daerah melakukan upaya cepat untuk mengatasi banjir di perumahannya agar tidak terulang terus tiap tahun.
“Iya pengennya ada bantuannya biar banjir. Maksudnya kalinya dinormalisasi. Terus ditembok biar air nggak naik,”
Serupa dikatakan Fahruroji, warga Perumahan Grand Sutera, mengatakan banjir kali ini cukup mengkhawatirkan karena datang relatif cepat.
“Air naik sejak malam dan pagi sudah makin tinggi. Kami khawatir kalau hujan turun lagi, makanya sebagian warga memilih mengungsi ke masjid,” ujar Fahruroji, ditemui di lokasi.
Ia berharap pemerintah daerah segera menangani secara serius, terutama normalisasi drainase dan sungai, agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.
“Kalau hujan deras, daerah sini memang cepat tergenang. Air susah surut karena saluran drainasenya tidak maksimal. Dan air kali Banten juga sering meluap kalau hujan deras. Saya berharap normalisasi rutin dijalankan,” ujarnya.
BACA JUGA : Pengamat Nilai Bencana dan Banjir di Banten Alarm Gagalnya Tata Kelola Lingkungan
Warga masih waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat cuaca ekstrem masih melanda wilayah Kota Serang. (***)

















