BANTENRAYA.COM – Pasca banjir pekan lalu awal Januari 2026 yang belum usai, 2 tanggul di sungai Cibeber, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber Jebol sejak Minggu 11 Januari 2026 kemarin.
Sebelumnya Kecamatan Cibeber telah dilanda banjir pada Jumat 2 Januari sampai Senin 5 Januari 2026 lalu karena hujan deras dengan intensitas yang tinggi.
Tetapi belum juga usai pasca banjir, warga Kecamatan Cibeber sudah kembali harus mengalami bencana banjir.
Banjir kali ini selain diakibatkan karena curah hujan deras dengan intensitas yang tinggi, terdapat 2 tanggul di sungai Cibeber yang jebol.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cilegon Suhendi megatakan, terdapat 2 tanggul yang menjadi penyebab terjadinya banjir di Kelurahan Cibeber.
Kata dia, tanggul yang jebol tersebut akan segera diperbaiki bersama-sama untuk mencegah air datang dengan cepat.
BACA JUGA : Meluas, Empat Kecamatan di Pandeglang Kembali Dikepung Bencana Banjir
“Ada 2 tanggul yang jebol, 1 di Lingkungan Praja Mandiri dan 1 lagi di Lingkungan Sambirata,” katanya kepada Banten Raya, Senin 12 Januari 2026.
Ia mengungkapkan, 2 tanggul tersebut sebelum terjadi banjir hari ini, sudah dilakukan assessment lebih dulu oleh Walikota Cilegon dan OPD terkait.
“Jadi sebelum banjir kemarin da hari ini, sudah dilakukan asssesment oleh Pak Walikota dan OPD lainnya untuk segera diperbaiki,” ujarnya.
Kecamatan Cibeber menjadi salah satu wilayah yang rawan banjir dan selalu berulang kali terkena banjir dikarenakan topologi daerahnya rendah, dan berdekatan dengan sungai.
“Tindak lanjut selanjutnya ini perlu normalisasi sungai, melebarkan sungai, menabah tandon air, memperbaiki drainase, ya masih banyak lagi,” jelasnya.
Sementara itu, Maryunah Warga Lingkungan Sambilawang mengatakan, dirinya sangat sedih dalam 2 minggu ini dirinya telah mengalami banjir selama 2 kali.
Bahkan pasca banjir pekan lalu, dirinya belum pulih total dibersihkan. Tetapi sudah kembali terkena banjir sejak Minggu 11 Januari 2026 kemarin.
BACA JUGA : Camat Ciwandan Minta 50 Industri di Wilayahnya Aktif Bantu Pencegahan Banjir
“Sekarang rutin banjirnya, apalagi awal tahun ini udah 2 kali banjir. sedih selalu kena banjir, belum selesai beres-beres rumahnya, sudah banjir lagi,” katanya.
Menurutnya, sejak 2025 lalu banjir semakin parah hingga masuk ke pemukiman dalam jangka waktu yang lama.
“Meluapnya itu dari sungai, tapi dulu banjir lama itu biasanya di jalan aja. Sekarang banjir masuk ke rumah warga juga lama surutnya,” terangnya.
Selama terkena banjir dirinya mengungsi ke rumah saudara yang tak jauh dari tempat tinggalnya.
Jika terjadi banjir, ia mengaku pasrah dengan barang-barangnya yang beberapa sudah tak bisa ditolong.
“Kayak sanyo air itu kerendem, kulkas, Tv, motor, itu pada rusak karena airnya juga tinggi,” ucanya.
Bahkan ia tak mengetahui penyebab pastinya kenapa rumahnya selalu terkena bencana banjir selama 25 tahun.
“Sudah takdir apa ya kena banjir terus begini? saya juga bingung selalu kena banjir, bersih-bersihnya capek,” pungkasnya. (***)















