Sementara itu Saidah Warga Lingkungan Sambirata menyampaikan keluhan yang sama karena selalu menjadi terdampak banjir.
“Banjirnya se-dada orang dewasa, sudah 20 tahun tinggal di sini, kena banjir terus, jarang tersentuh bantuan juga,” ucapnya.
Di sela-sela membersihkan rumahnya pasca banjir, ia bercanda ria dengan para warga lainnya yang sama-sama terdampak banjir.
“Sama saja parah banjirnya kayak tahun lalu. Saya sudah bersih-bersih tapi masih ada yang kotor juga, ya diseling ngobrol dulu sama yang lain biar ga capek banget,” jelasnya.
Sampai siang hari ini Kota Cilegon masih terus diguyur hujan, hingga membuat warga Cibeber enggan merapihkan rumahnya terlebih dahulu.
“Barang juga belum ada yang dirapihin, apalagi ini hujan, takut banjir lagi. Kalau lagi hujan gini khawatir banjir, langsung beresin barang-barang biar ga kena air banjir,” tandasnya.
Kata dia, perabotan rumahnya seperti tv, kulkas, lemari, mesin cuci, menjadi rusak karena air banjir yang terus menggenang.
Ia berharap, Pemerintah Kota Cilegon dapat meninggikan tembok di sekitar sungai supaya tak lagi terjadi banjir.
“Tolong bantu kami pak bu supaya ga kena banjir terus, tembok sungainya ditinggin lagi atau cara apapun itu biar kalau meluap ga kena rumah warga,” harapnya. ***



















