BANTENRAYA.COM – Bencana longsor susulan kembali terjadi di Gunung Kaupas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang dan menyebabkan kepanikan pada Minggu 11 Januari 2026 malam sekitar pukul 20.26 WIB.
Pemerintah Kabupaten Serang berencana akan memberikan pemulihan psikologi untuk pengobatan warga dan menyediakan pendongeng untuk menghibur anak-anak yang terdampak longsor.
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas mengatakan, saat terjadi longsor susulan beberapa warga sedang kembali ke rumahnya masing-masing yang berada di Kampung Cibodas.
“Itu ada memang ada pergerakan, kemarin siang sebagian penduduk yang kembali ke rumah. Begitu ada pergerakan warga kembali mengungsi ke Madrasah,” ujarnya di halaman Pendopo Bupati Serang, Senin 12 Januari 2026.
Ia menjelaskan, warga yang terdampak bencana longsor tersebut akan diberikan penguatan rohani dan trauma healing yang dilakukan oleh lembaga kemanusiaan atau dinas terkait.
BACA JUGA: Sebaran Titik Banjir di Kota Serang, dari Jalan Raya hingga Perumahan Tergenang
“Jadi harus ada psikologis, untuk anak-anak nanti kita minta supaya ada yang bisa cerita dongeng. Jadi ada yang pendongeng untuk menghibur masyarakat di tempat pengungsian nanti,” katanya.
Najib menuturkan, belum bisa dipastikan sampai kapan warga akan berada di tempat pengungsian karena saat ini kondisi cuaca di sekitar Padarincang belum kondusif.
“Kalaksa BPBD (Ajat Sudrajat) lagi konsultasi ke apa lembaga geologi, kira-kira kapan amannya. Sekarang untuk anak-anak sekolah ada yang libur,” jelasnya.
Pihaknya memastikan, semua kebutuhan untuk warga yang terdampak bencana longsor itu akan terpenuhi khususnya logistik untuk keperluan makan sehari-hari.
“Karena di sana perlu ada kamar mandi,, tidak hanya makan. Terus secara psikologi harus kita motivasi. Hari ini belum mulai karena fokus antisipasi,” paparnya.
Sebagaimana diketahui, jumlah warga yang saat ini mengungsi ada 312 mulai dari anak-anak hingga lansia.***















