BANTENRAYA.COM – Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon, telah berkomitmen akan memberikan pelayanan terbaik dalam membantu masyarakatnya.
Lurah Ciwedus Suherman mengklaim rutin melakukan gotong-royong bersama masyarakat Kelurahan Ciwedus.
Saat musim hujan seperti ini, perlu rutin dilakukannya gotong-royong sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya banjir.
Meskipun wilayahnya bukan termasuk wilayah terjadi banjir, tetapi pihaknya perlu melakukan pencegahan sejak awal.
“Kita saling bantu gotong royong bersama dengan warga, biasaya rutin (gotong-royong) Jumat Sabtu dan Minggu. Jadi kalau ada got yang mampet, gak harus nunggu anggaran pemerintah,” katanya kepada Banten Raya, Minggu 11 Januari 2026.
BACA JUGA: Semakin Malam, Banjir di Sambirata Cilegon Semakin Tinggi
Pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan apapun yang terbaik kepada masyarakat Kelurahan Ciwedus.
“Kami berusaha sebaik mungkin supaya bisa memberikan pelayanan untuk membantu warga di Kelurahan Ciwedus,” ujarnya.
Di Kelurahan Ciwedus masyarakat dapat membuat administrasi Kartu Keluarga, KTP, SKTM, surat kematian, surat waris, dan lain-lain.
Seluruh pelayanan di Kelurahan Ciwedus sudah terintegrasi melalui aplikasi yang sudah ditentukan.
“Dan di sini juga ada operator kependudukan supaya warga bisa langsung kependudukan di kantor kelurahan,” jelasnya.
BACA JUGA: Baru Sepekan Surut, Banjir Kembali Terjadi di Kota Cilegon
Ia berharap, seluruh masyarakat Kelurahan Ciwedus dapat saling berkoordinasi, kolaborasi, komunikasi, dan kerjasama.
BACA JUGA: Baros Banjir Lagi, Akses Jalan Nasional Terhambat dan Puluhan Rumah Terdampak
“Saya berharap semua warga tetap mau gotong royong, kerjasama, kolaborasi, dan tahun 2026 ini kita semua semakin kompak,” harapnya.
Selain itu, pihaknya saat ini juga tengah fokus memperjuangkan perizinan dari PT Krakatau Steel atau KS untuk membangun Posyandu di Lingkungan Pekuncen.
Dikarenakan pihaknya masih menunggu jawaban dari PT KS kepada Kelurahan Ciwedus.
“Karena tanahnya milik PT KS, tapi belum ada jawabannya karena prosesnya lumayan panjang juga,” terangnya.
Ia mengaku sudah dua tahun mengajukan proses perizinan kepada PT KS namun terdapat kendala.
BACA JUGA: Tak hanya Diakibatkan Hujan, BPBD Lebak Sebut Banjir di Wanasalam karena Drainase Buruk
“Sudah lama pengajuannya ke PT KS ya ada dua tahun, tapi belum ada tindaklanjutnya. Kendalanya karena beda manajemen, yang sebelumnya sudah pensiun orangnya,” jelasnya.
Tahun 2026 ini pihaknya akan kembali mengajuka perizinan kepada PT KS untuk dapat segera mengeluarkan surat perizinan secara resmi.
Jika perizinan dari pihak PT KS telah keluar, maka pihaknya dapat segera membagun Posyandu yang berada di Lingkungan Pekuncen.
“Tahun 2026 ini kita bakal pengajuan ke KS lewat masyarakat langsung ke PT KS, ga ada lewat Pemkot dulu,” pungkasnya.***















