BANTENRAYA.COM – Puluhan rumah di desa Baros, Kecamatan Baros terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Ciliwung pada minggu 11 Januari 2026.
Selain puluhan rumah warga, banjir juga menghambat arus lalu lintas di jalan raya Serang Pandeglang sehingga mengalami kemacetan yang cukup panjang.
Warga Kecamatan Baros Alaika Mubarok mengatakan, banjir dipicu karena hujan yang cukup deras mulai terjadi pada Sabtu 10 November malam sehingga air meluap hingga ke halaman rumah warga.
BACA JUGA: Honda Banten Tutup Tahun 2025 dengan Break Record, Penjualan Tumbuh Single Digit
“Wajar karena hujannya dari semalam, sekarang baru sedikit reda, di sini memang langganan banjir. Jadi dari Sungai Ciliwung itu airnya pada meluap ke jalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain hujan deras banjir juga disebabkan oleh banyaknya bangunan ruko di atas irigasi sehingga membuat aliran air tidak lancar.
“Banyak ruko-ruko di atas aliran irigasi. Wajarlah kalau banjir juga karena alirannya tidak lancar. Makannya setiap hujan disini rutin banjir,” jelasnya.
Banjir juga menyebabkan arus lalu lintas di jalan raya Serang Pandeglang juga terhambat karena tingginya air yang membuat beberapa kendaraan bermotor mogok saat melintas.
“Kalau tadi sempat macet hingga Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang. Sekarang sudah mulai surut dan airnya tidak seperti waktu siang,” jelasnya.
Ia berharap, ada solusi terbaik dari Pemerintah supaya banjir itu tidak terjadi lagi karena banjur tersebut rutin dan berdampak terhadap atus lalu lintas dan rumah warga.
“Banjir itu karena pembuangannya sangat minum. Di atas irigasi ditutupi dan dibuat bangunan, sehingga pembuangannya tidak ada, mudah-mudahan ada solusi supaya banjir ini tidak terjadi lagi,” paparnya.***
















