BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon bersama dengan perwakilan PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan pengecekan 13 lokasi gorong-gorong di sepanjang Jalan Anyer – Cilegon.
Pengecekan dilakukan untuk melihat kondisi gorong-gorong yang menyempit dan dangkal sehingga mengakibatkan luapan air ke pemukiman di Kecamatan Citangkil dan Ciwandan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kota Cilegon Tb Dendi Rudiatna menjelaskan, salah satu penyebab banjir pada 2 dan 11 Januari 2026 lalu yakni adanya penyempitan dan juga pendangkalan dari gorong-gorong perlintasan kereta api.
BACA JUGA: Jalan Imam Bonjol Cibeber Rusak Parah Usai Banjir, Perbaikan Masih Tertunda
Atas dasar itu hal tersebut menjadi perhatian dan diharapkan bisa ditingkatkan kapasitasnya.
13 lokasi tersebut yakni di 5 gorong-gorong di Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, 3 titik di Kelurahan Samangraya, 1 lokasi di kelurahan Warnasari, 2 titik di Kebonsari dan 2 di kelurahan Ramanuju.
“Pemerintah Kota Cilegon memohon perhatian dan bantuan kepada Pemerintah Pusat dan PT KAI untuk meningkatkan kapasitas gorong-gorong dalam usaha penanggulangan banjir,” katanya, Senin (26/1/2026).
Tidak hanya itu saja, penyempitan juga dialami sejumlah gorong-gorong perlintasan di Kecamatan Pulomerak yakni di Medaksa yang juga perlintasan kereta ada di sungai.
“Kami minta juga izin agar eskavator bisa melintas di sana. Disana juga karena posisi perlintasan di Bawah sungai menjadikan sungai sempit,” ujarnya.
Dendi menyatakan, berdasarkan hasil lapangan dan evaluasi teknis, beberapa faktor penyebab banjir selain dari luapan usngai, penyempitan sungai akibat bangungunan liar, pasang air laut, penyempitan goroang-goreng nasional dan juga gorong-gorong rel kereta api.
“Di posisi gorong-gorong juga sudah berdiri bangunan, termasuk yang perlintasan kereta api,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan Banjir yang juga Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra mengungkapkan,diperlukan peningkatan kapasitas dan dimensi gorong-gorong yang berada di sepanjang jalur rel kereta api, sehingga air tidak tertahan dan meluap ke pemukiman.
“Kami menyampaikan terkait peningkatan kapasitas dimensi gorong-gorong yang berada di rel kereta api. Kurang lebih terdapat 13 titik, dan satu titik berada pada jalur rel yang saat ini sudah tidak aktif,” ujarnya saat hadir ke kantor PT KAI.
Disisi lain, papar Aziz, Pemkot Cilegon juga memohon izin kepada PT KAI terkait penggunaan perlintasan rel untuk operasional alat berat yang akan digunakan dalam kegiatan normalisasi banjir, khususnya di wilayah Merak.
“Kami juga memohon izin perlintasan bagi alat berat yang akan beroperasi dalam rangka normalisasi banjir di area Merak. termasuk juga bangunan liar juga akan ditertibkan di sana” paparnya.
Deputi 2 Daop 1 Jakarta PT KAI Deddy Hendrady menjelaskan, mendukung upaya Pemerintah Kota Cilegon dalam menangani banjir. Bahkan, pihaknya berjanji akan melakukan penanggulangan secara cepat.
“Kami mendukung seluruh program Pemerintah Kota Cilegon. Secepatnya kita tanggulangi banjir yang terjadi, terutama terkait gorong-gorong yang berada di area rel kereta api,” ungkapnya. (Uri)
















